Showing posts with label AS uji coba rudal. Show all posts
Showing posts with label AS uji coba rudal. Show all posts

Wednesday, August 2, 2017

Setelah Korut, Giliran AS Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Amerika Serikat bersiap untuk melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) menyusul peluncuran rudal ICBM oleh Korea Utara (Korut).

Militer AS akan menggelar uji coba rudal yang diberi nama Minuteman III tersebut di Pangkalan Angkatan Udara Vandenberg di California pada Rabu (2/8) waktu setempat. Ini akan menjadi uji coba rudal ICBM keempat kalinya pada tahun ini.

"Tujuan dari program uji coba peluncuran ICBM ini adalah untuk memvalidasi dan memverifikasi keefektifan, kesiapan dan keakuratan sistem senjata tersebut," demikian disampaikan Komando Serangan Global Angkatan Udara AS seperti dilansir kantor berita GARASInews, Rabu (2/8/2017).

Disebutkan bahwa rudal tersebut diharapkan untuk mendarat sejauh 4.800 mil dari Lokasi Uji Coba Pertahanan Rudal Balistik Ronald Reagan, yang dulunya dikenal sebagai Kwajalein Missile Range yang berlokasi di Marshall Islands.

Menurut Kapten Angkatan Udara Michele Rollins, juru bicara komando serangan tersebut, empat kali uji coba dijadwalkan per tahun fiskal. Namun jadwal aktual dibuat beberapa tahun sebelumnya, sehingga uji coba rudal ICBM ini tidak terkait dengan perkembangan terbaru mengenai Korut.

Uji coba ini akan dilakukan AS setelah Korut sukses menggelar uji coba peluncuran ICBM untuk kedua kalinya pada Jumat (28/7) lalu. Kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan, rudal ICBM tersebut mengudara selama 47 menit dan 12 detik dan berhasil mencapai ketinggian maksimum 3.724,9 kilometer dan terbang sejauh 998 kilometer. Uji coba tersebut diawasi langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un yang menegaskan, program senjata negeri komunis itu merupakan aset tak ternilai yang tak bisa diambil atau digantikan.

Menurut organisasi Union of Concerned Scientists yang berbasis di AS, rudal tersebut bisa menjangkau hingga ke wilayah Denver dan Chicago di Amerika Serikat.

Sebelumnya dalam uji coba pertama peluncuran rudal ICBM yang digelar Selasa (4/7) pagi waktu setempat, Korut meluncurkan rudal balistik yang diberi nama Hwasong-14 hingga mencapai ketinggian 2.802 kilometer dan mengudara sejauh 933 kilometer dalam waktu 39 menit.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, July 18, 2017

AS Sukses Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Canggih THAAD

foto: bertha/GARASInews

Washington DC, GARASInews - Amerika Serikat (AS) melaporkan keberhasilan menguji coba sistem pertahanan rudal THAAD. Sistem pertahanan canggih itu berhasil menembak jatuh target di atas wilayah Alaska.

Badan Pertahanan Rudal AS (MDA) menyatakan, seperti dilansir GARASInews, Senin (17/7/2017), sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) sukses diuji coba pada Senin (17/7) waktu setempat.

"Saya tidak bisa lebih bangga terhadap pemerintah dan tim kontraktor yang melakukan uji coba hari ini," ucap Direktur MDA, Letnan Jenderal Sam Greaves, dalam pernyataannya.

"Uji coba ini menunjukkan kemampuan sistem persenjataan THAAD dan kecakapannya dalam mencegat dan menghancurkan ancaman rudal balistik," imbuhnya.

Seorang pejabat Departemen Pertahanan AS yang enggan disebut namanya menuturkan kepada GARASInews, uji coba ini tidak berkaitan dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang baru diluncurkan Korut, beberapa hari lalu.

Setiap sistem THAAD memiliki lima komponen utama, yakni pencegat, peluncur, radar, perlengkapan pendukung dan unit kontrol serangan. Lockheed Martin, yang merupakan perusahaan dirgantara dan keamanan ternama, menjadi kontraktor utama atas sistem pertahanan canggih ini.

Sistem pertahanan THAAD dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik, baik jarak pendek, menengah maupun menengah atas dengan jangkauan lebih pendek dari rudal ICBM yang diluncurkan Korut pada 4 Juli lalu.

Cara kerja sistem ini adalah, pertama, radar akan mendeteksi rudal yang datang dan mengidentifikasinya sebagai ancaman. Kemudian peluncur yang dipasang pada truk akan menembakkan proyektil, yang disebut sebagai 'interseptor'. Proyektil itu akan menghancurkan rudal yang menjadi target dengan menggunakan energi kinetik, atau kecepatan tinggi. Beberapa pakar menyebutnya bagaikan menembak peluru dengan peluru lain.


Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...