Showing posts with label israel. Show all posts
Showing posts with label israel. Show all posts

Sunday, July 23, 2017

Presiden Palestina Bekukan Seluruh Komunikasi dengan Israel

foto: bertha/GARASInews

Ramallah,GARASInews - Presiden Palestina Mahmud Abbas membekukan komunikasi dengan Israel terkait ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa. Pembekuan ini dilakukan setelah Israel bersikeras memasang detektor logam di pintu masuk kompleks suci itu.

Dalam pidatonya, seperti dilansir GARASInews, Sabtu (22/7/2017), Abbas mengecam langkah keamanan baru yang diterapkan Israel, yakni memasang detektor logam, di pintu gerbang kompleks Haram al-Sharif, atau yang oleh penganut Yahudi disebut sebagai Temple Mount. Kompleks Haram al-Sharif atau Temple Mount menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa dan Dome of Rock atau Bait Suci yang suci bagi umat Islam, Yahudi dan Kristen.

"Saya, atas nama kepemimpinan Palestina, mengumumkan... pembekuan seluruh komunikasi dengan otoritas pendudukan di semua level hingga Israel berkomitmen membatalkan seluruh langkah-langkah melawan rakyat Palestina kami secara umum dan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa secara khusus," ucap Abbas yang disambut tepuk tangan jajaran pejabat Otoritas Palestina.

Lebih lanjut, Abbas menyebut langkah keamanan Israel itu terkesan seperti 'langkah keamanan untuk mengambil alih seluruh kompleks Masjid Al-Aqsa'.

Tidak diketahui pasti apakah langkah pembekuan itu juga berlaku untuk koordinasi keamanan diam-diam yang selama ini dilakukan antara Otoritas Palestina dengan Israel. Koordinasi itu dipandang banyak membantu mencegah konflik meluas dalam beberapa tahun terakhir.

Baik Palestina maupun Israel memiliki serangkaian komunikasi untuk berbagai isu. Kesepakatan terbaru antara kedua pihak adalah terkait air dan listrik. Sedangkan perundingan damai antara Palestina dan Israel menghadapi jalan buntu sejak tahun 2014, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tengah berupaya memulai kembali perundingan itu.

Pernyataan Presiden Abbas ini disampaikan setelah tiga warga Palestina tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan Israel di Yerusalem dan Tepi Barat, pada Jumat (21/7) waktu setempat. Bentrokan semakin panas setelah otoritas Israel menolak seruan untuk mencabut pemasangan detektor logam di pintu masuk kompleks masjid tersebut.

Otoritas Israel memasang detektor logam di pintu masuk kompleks masjid tersebut sejak 14 Juli, setelah tiga pria Palestina menembak mati dua tentara Israel. Ketiga warga Palestina tersebut kemudian tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Israel. Pemasangan detektor logam tersebut telah memicu kemarahan warga Palestina.

Thursday, July 20, 2017

Warga Muslim Protes, PM Israel Pertimbangkan Metal Detector Dipindah

foto: bertha/GARASInews

Yerusalem, GARASInews - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah mempertimbangkan untuk memindahkan metal detector yang dipasang di pintu masuk Kota Tua, kawasan Bukit Suci, Yerusalem.

Dilansir GARASInews, Kamis (20/7/2017), pemindahan metal detector tersebut dipertimbangkan Netanyahu. Apakah akan dilakukan sebelum pelaksanaan salat Jumat yang biasanya diikuti 30 ribu jemaah.

Sebagai bentuk protes terhadap pemasangan metal detector, sejumlah umat muslim salat di jalanan di kompleks Masjidil Haram. Mereka memilih untuk salat di jalanan daripada harus melewati akses metal detector tersebut.

foto: bertha/GARASInews

Seusai salat, warga muslim meneriakkan,"Kami siap mengorbankan diri untuk Al-Aqsa dengan jiwa dan darah."

Diketahui sebelumnya, kompleks Masjid Al-Aqsa sempat ditutup usai penembakan polisi Israel oleh tiga orang bersenjata di Kota Tua, Yerusalem. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan kembali membuka kompleks masjid tersebut.

foto: bertha/GARASInews

Kompleks tersebut juga dikenal sebagai Bukit Bait Suci oleh orang Yahudi. Keputusan membuka kawasan Bait Suci itu diambil Netanyahu saat kunjungan resmi ke Prancis. Sebanyak lima dari delapan gerbang untuk jemaah Muslim dipasangi metal detector.

"Telah diputuskan untuk membuka kembali Temple Mount secara bertahap besok (Minggu,-red) untuk umat beriman, pengunjung dan turis," kata pihak kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan, Sabtu (15/7).

Kawasan Masjid Al-Aqsa yang berada di Kota Tua, Yerusalem, sempat ditutup karena menjadi tempat pelarian tiga orang bersenjata penembak polisi Israel pada hari Jumat (14/7) lalu. Para pelaku penembakan polisi itu melarikan diri ke kompleks Haram Al-Sharif. Di situs tersuci ketiga umat Islam tersebut para penyerang ini ditembak mati polisi.

Monday, July 17, 2017

Tembaki Polisi Israel di Yerusalem, 3 Pria Bersenjata Ditembak Mati

 

foto: bertha/GARASInews

Yerusalem, GARASInews - Tiga pria bersenjata menembaki polisi Israel di dekat Kota Tua, Yerusalem hari ini. Akibatnya, tiga polisi Israel terluka dalam insiden itu.
Kepolisian Israel menyatakan, para pelaku penembakan telah ditembak mati oleh aparat keamanan.
Juru bicara kepolisian Israel Luba Simri mengatakan, para pelaku tiba di tempat suci yang bagi kaum muslim dikenal sebagai Haram al-Sharif dan bagi kaum Yahudi dikenal sebagai Temple Mount, dan berjalan menuju salah satu gerbang Kota Tua."Ketika mereka melihat para polisi, mereka menembaki mereka (polisi) dan kemudian kabur menuju salah satu masjid di kawasan Temple Mount," ujar Simri seperti dilansir kantor berita GARASInews, Jumat (14/7/2017).
"Pengejaran pun terjadi dan tiga teroris itu tewas oleh polisi," imbuhnya.
Belum diketahui identitas para pelaku penembakan. Otoritas Israel masih berupaya mengidentifikasi mereka.
Sejauh ini belum ada komentar dari pejabat-pejabat Palestina. Usai kejadian itu, polisi Israel menutup lokasi kejadian dan kawasan masjid Al-Aqsa.
Menurut dinas ambulans Israel, Magen David Adom, tiga polisi Israel terluka dalam insiden itu, dua orang di antaranya kini dalam kondisi kritis.

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...