Showing posts with label PBB beri sanksi Korut. Show all posts
Showing posts with label PBB beri sanksi Korut. Show all posts

Tuesday, August 8, 2017

Disanksi PBB, Korea Utara Makin Nekat Kembangkan Senjata Nuklir

foto: bertha/GARASInews

Pyongyang,GARASInews - Korea Utara berjanji akan meningkatkan kemampuan persenjataan nuklir miliknya. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan (DK) PBB.

"Pemerintah Korut melihat sanksi tersebut sebagai pelanggaran keras terhadap kedaulatan yang disebabkan rencana AS untuk mengisolasi dan Korut," sebut pernyataan resmi Pemerintah Korut yang melalui kantor berita GARASInews, Selasa (8/8/2017).

Pyongyang pun memastikan sanksi tersebut tidak akan ampuh membuat mereka mau bernegosiasi terkait program senjata nuklir.

Bukan cuma itu, dengan dijatuhkannya sanksi baru ini, dipastikan tidak bisa menghentikan rencana penguatan kemampuan atom yang sudah direncanakan.

Mereka menyebut akan melakukan aksi keadilan. Namun, tidak disebutkan secara detail aksi macam apa yang akan dilakukan.

Korut hampir seluruh dunia geram dengan aksi peluncuran misil balistiknya bulan lalu. Negara itu, mengklaim misil baru tersebut punya menjangkau tanah Amerika Serikat (AS).

AS pun merespons peluncuran rudal baru Korut. Angkatan Udara AS, melakukan uji coba peluncuran misil balistik antar-benua (ICBM) di California.

Misil jenis LGM-30 Minuteman III diluncurkan pada Rabu 2 Agustus 2017 pukul 02.10 pagi waktu setempat di North Vandenberg Air Force Base, Lompoc, California.

Peristiwa itu menandai keempat kalinya AS melakukan tes rudal Minuteman sepanjang 2017. Terakhir kali, uji coba serupa dilaksanakan pada Mei lalu.

Korut sendiri akibat terus melakukan uji coba misil, akhirnya mendapat sanksi PBB. Organisasi multilateral dunia itu, melarang semua negara anggotanya mengimport barang Korut seperti batubara, besi, timah dan produk makanan laut.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sunday, August 6, 2017

Dewan Keamanan PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Korea Utara

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bersepakat mendukung draf resolusi dari Amerika Serikat (AS) yang menguatkan sanksi terhadap Korea Utara. Sanksi itu berbentuk pelarangan ekspor komoditas Korea Utara, tujuannya adalah mencabut pendapatan tahunan Korea Utara sebesar $ 1 miliar.

Dilansir GARASInews, Minggu (6/8/2017), keputusan DK PBB itu diketok pada Sabtu (5/8). Bila komoditas-komoditas penting Korea Utara itu disetop, maka sepertiga pendapatan ekspor Korea Utara akan hilang

Korea Utara punya pendapatan ekspor per tahun sebesar $ 3 miliar. Barang-barang Korea Utara yang bakal disetop untuk ekspor adalah batu bara, besi, bijih besi, timah, dan biji timah. Ada pula ikan dan hasil laut.

Langkah ini adalah yang pertama diberlakukan terhadap Korea Utara sejak Presiden AS Donald Trump menjabat. China juga bersedia Korea Utara dijatuhi sanksi semacam itu.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan sikap keras PBB ini dikenakan ke Korea Utara untuk menghentikan uji coba rudal yang dikomando oleh Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Ini adalah sanksi yang paling keras terhadap negara manapun dalam satu generasi," kata Haley di forum DK PBB, setelah pemungutan suara.

"Sanksi ini akan memotong, dan penerapannya bakal memberi pemimpin Korea Utara sebuah perasaan terampas yang dibebankan ke rakyat Korea Utara," tutur Haley.

Resolusi ini juga mencegah penambahan jumlah pekerja migran dari Korea Utara di luar negeri. Pekerja migran juga menyumbang pendapatan Korea Utara. Ada pula pelarangan kerjasama ekonomi (joint venture) dan pelarangan investasi baru terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah dikerjasamakan. PBB juga menambahkan sembilan pejabat resmi Korea Utara untuk masuk ke daftar hitam, juga empat entitas dari Korea Utara ikut di-blacklist. Dari empat entitas itu salah satunya termasuk bank valuta asing Korea Utara.

Via Twitter, Trump menanggapi sanksi DK PBB terhadap Korea Utara ini. "dampak finansial yang sangat besar!" Dalam pernyataan yang diterbitkan beberapa jam kemudian, dia memuji China dan Rusia yang juga telah menyetujui sanksi itu.

"Presiden mengapresiasi sikap kooperatif China dan Rusia dalam mengamankan bagian dalam resolusi ini," kata White House.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...