Showing posts with label rudal balistik korut. Show all posts
Showing posts with label rudal balistik korut. Show all posts

Sunday, August 6, 2017

Dewan Keamanan PBB Jatuhkan Sanksi Keras ke Korea Utara

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) bersepakat mendukung draf resolusi dari Amerika Serikat (AS) yang menguatkan sanksi terhadap Korea Utara. Sanksi itu berbentuk pelarangan ekspor komoditas Korea Utara, tujuannya adalah mencabut pendapatan tahunan Korea Utara sebesar $ 1 miliar.

Dilansir GARASInews, Minggu (6/8/2017), keputusan DK PBB itu diketok pada Sabtu (5/8). Bila komoditas-komoditas penting Korea Utara itu disetop, maka sepertiga pendapatan ekspor Korea Utara akan hilang

Korea Utara punya pendapatan ekspor per tahun sebesar $ 3 miliar. Barang-barang Korea Utara yang bakal disetop untuk ekspor adalah batu bara, besi, bijih besi, timah, dan biji timah. Ada pula ikan dan hasil laut.

Langkah ini adalah yang pertama diberlakukan terhadap Korea Utara sejak Presiden AS Donald Trump menjabat. China juga bersedia Korea Utara dijatuhi sanksi semacam itu.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan sikap keras PBB ini dikenakan ke Korea Utara untuk menghentikan uji coba rudal yang dikomando oleh Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Ini adalah sanksi yang paling keras terhadap negara manapun dalam satu generasi," kata Haley di forum DK PBB, setelah pemungutan suara.

"Sanksi ini akan memotong, dan penerapannya bakal memberi pemimpin Korea Utara sebuah perasaan terampas yang dibebankan ke rakyat Korea Utara," tutur Haley.

Resolusi ini juga mencegah penambahan jumlah pekerja migran dari Korea Utara di luar negeri. Pekerja migran juga menyumbang pendapatan Korea Utara. Ada pula pelarangan kerjasama ekonomi (joint venture) dan pelarangan investasi baru terhadap perusahaan-perusahaan yang sudah dikerjasamakan. PBB juga menambahkan sembilan pejabat resmi Korea Utara untuk masuk ke daftar hitam, juga empat entitas dari Korea Utara ikut di-blacklist. Dari empat entitas itu salah satunya termasuk bank valuta asing Korea Utara.

Via Twitter, Trump menanggapi sanksi DK PBB terhadap Korea Utara ini. "dampak finansial yang sangat besar!" Dalam pernyataan yang diterbitkan beberapa jam kemudian, dia memuji China dan Rusia yang juga telah menyetujui sanksi itu.

"Presiden mengapresiasi sikap kooperatif China dan Rusia dalam mengamankan bagian dalam resolusi ini," kata White House.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Wednesday, August 2, 2017

AS Mengaku Tak Memusuhi dan Tak Ingin Gulingkan Rezim Korut

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak menuntut perubahan rezim di Korea Utara (Korut), ungkap menteri luar negeri AS, menyusul terus menegangnya hubungan kedua negara terkait masalah rudal.

"Kami bukan musuh Anda," kata Menlu Rex Tillerson, sembari menambahkan bahwa AS juga berharap bisa berdialog dengan Korut.
Meskipun begitu, seorang senator senior partai republik menyebut bahwa perang dengan Korea Utara adalah pilihan yang harus dipertimbangkan.
Sebelumnya, Pyongyang menyebut rudal termutakhirnya bisa menghantam pantai barat AS atau bahkan mana pun di Amerika.
"Kami tidak mengusahakan terjadinya perubahan rezim, kami tidak menginginkan hancurnya rezim itu. Kami juga tidak mengupayakan percepatan penyatuan kembali dua negara di Semenanjung Korea, dan kami juga tidak sedang mencari-cari alasan untuk mengirim tentara kami ke sana," kata Menlu Tillerson.
"Kami bukan musuh Anda, kami bukanlah ancaman bagi Anda, tapi Anda mengancam kami, hal yang tak bisa kami terima dan kami harus merespons," imbuhnya.
foto: bertha/GARASInews

Uji coba rudal ICBM yang kedua diklaim Korut bisa mencapai Amerika Serikat. Uji coba kedua rudal balistik antarbenua (ICBM) milik Korut pada Jumat, (28/07), yang dirayakan penuh kebahagiaan oleh pimpinan Korut Kim Jong-un, adalah uji coba terakhir yang melanggar larangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

AS sudah berkali-kali mengkritik Cina, negara yang berbatasan darat dan merupakan sekutu ekonomi terdekat Korut, karena tidak berbuat banyak untuk menghentikan program rudal Pyongyang.
Meskipun begitu, berbeda dengan pernyataan Trump, Tillerson mengeluarkan pendapat yang lebih diplomatis; "hanya Korea Utara yang patut disalahkan dalam situasi ini."
"Tapi," dia melanjutkan, "kami percaya Cina punya hubungan yang spesial dan unik dengan Korut, karena aktivitas ekonomi mereka, untuk mempengaruhi rezim Korut dengan cara yang tidak bisa dilakukan negara lain."
Secara terpisah, senator senior partai republik, Lindsey Graham menyatakan bahwa Trump berkata padanya bahwa AS dan Korut akan berperang jika Pyongyang terus mengembangkan program rudal dengan AS sebagai target.
"Trump mengatakan itu kepada saya. Saya percaya dia," kata Graham dalam sebuah wawancara GARASInews di program Today NBC.
foto: bertha/GARASInews

Peta jangkauan rudal Korea Utara. (BBC)
"Jika perlu perang untuk menghentikan (Korea Utara), maka perang itu akan terjadi. Jika ribuan orang mati, mereka akan mati di sana, bukan di sini. Dan dia (Trump) mengatakan itu di depan muka saya."
Kebanyakan pakar yakin bahwa Pyongyang tidak mampu membuat rudal pembawa nuklir yang bisa meluncur hingga jarak jauh. Mereka menyebut banyak rudal Korea Utara yang gagal mencapai sasaran.
Namun sejumlah pakar lain percaya bahwa Pyongyang akan mengatasi segala kendala tersebut dan mampu membuat senjata nuklir dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang yang dapat menghantam AS.
SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, July 31, 2017

Dubes AS: Tak Ada Gunanya PBB Gelar Sidang Bahas Rudal Korut

foto: bertha/GARASInews

New York,GARASInews - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley menyatakan tak ada gunanya menggelar sidang darurat Dewan Keamanan atau DK PBB untuk membahas peluncuran rudal balistik antarbenua yang dilakukan Korea Utara (Korut).

Diingatkan Haley, resolusi DK PBB yang lemah akan lebih buruk daripada tak ada resolusi, sehubungan dengan pelanggaran yang telah berulang kali dilakukan Korut terhadap resolusi-resolusi DK PBB sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Haley di tengah spekulasi bahwa Washington akan meminta DK PBB menggelar sidang darurat menyusul uji coba rudal balistik antarbenua Korut pada Jumat (28/7) waktu setempat.

Haley mengatakan, spekulasi tersebut keliru. "Tak ada gunanya mengadakan sidang darurat jika itu tidak menghasilkan konsekuensi," ujar Haley dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita GARASInews, Senin (31/7/2017).

Ditekankan diplomat AS itu, Korut selama ini telah melanggar berbagai resolusi DK PBB. "Resolusi tambahan Dewan Keamanan yang tidak signifikan meningkatkan tekanan terhadap Korea Utara, adalah tak ada nilainya," tegas Haley.

"Bahkan sebenarnya, itu lebih buruk daripada tidak ada (resolusi), karena itu mengirimkan pesan ke diktator Korut bahwa komunitas internasional tak ingin menantang dia dengan serius," imbuh Haley.

Sesuai resolusi-resolusi DK PBB sebelumnya, Korut dilarang mengembangkan rudal balistik dan teknologi nuklir. Namun Pyongyang terus-menerus membangkang dengan melanjutnya program rudal dan nuklirnya. Secara keseluruhan, DK PBB telah enam kali menjatuhkan sanksi terhadap Korut sejak negeri komunis itu melakukan uji coba nuklirnya yang pertama pada tahun 2006. Namun dua resolusi yang diadopsi tahun lalu, secara signifikan memperberat sanksi terhadap rezim Korut. Namun tetap saja, Korut membangkang dengan terus melakukan uji coba rudal dan nuklir.

Sebelumnya pada Jumat (28/7), Korut kembali meluncurkan rudal balistik antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM). Ini merupakan peluncuran ICBM kedua oleh Korut hanya dalam beberapa minggu. Usai peluncuran rudal tersebut, pemimpin Korut Kim Jong-Un mengatakan seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan Korut.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sunday, July 30, 2017

Kim Jong-Un: Seluruh AS Dalam Jangkauan Serangan Korea Utara

foto: bertha/GARASInews

Jakarta, GARASInews - ReutersKim Jong-un mengatakan keberhasilan itu menunjukkan kemampuan Korut untuk meluncurkan rudal ke mana pun dan kapan pun.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un mengatakan bahwa uji coba peluncuran rudal antar benua tersebut membuktikan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan mereka, lapor media pemerintah Korut.

Ia membanggakan keberhasilan uji coba terakhir rudal balistik antar benua mereka, yang digambarkan sebagai 'peringatan tegas' terhadap AS.
Peluncuran rudal antar benua terakhir itu dilakukan tiga minggu setelah tes rudal ICBM pertama Korea Utara.
Presiden AS Donald Trump menyebutnya "tindakan terbaru dari rezim Korea Utara yang sembrono dan berbahaya."
Korea Utara mengatakan bahwa ICBM itu terbang selama lebih dari 47 menit dan mencapai ketinggian 3.724km.
Kantor berita pemerintah Korut, KCN, melaporkan: "Pemimpin (Kim Jong-un) mengatakan dengan bangga bahwa uji tersebut memastikan bahwa seluruh wilayah daratan AS berada dalam jangkauan serangan kami."
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa roket itu adalah Hwasong-14, model yang sama yang diuji Korea Utara pada 3 Juli.
foto: bertha/GARASInews

AS dan Korea Selatan melakukan latihan tembak-menembak dengan menggunakan rudal permukaan-ke-permukaan sebagai reaksi atas uji coba rudal antar benua Korut.

Laporan hari Jumat mengatakan rudal tersebut meluncur turun di laut lepas utara Jepang.
Sebagai reaksinya, militer AS dan Korea Selatan melakukan latihan tembak-menembak dengan menggunakan rudal permukaan-ke-permukaan, kata seorang pejabat departemen pertahanan AS.
Rudal-rudal tersebut ditembakkan ke "perairan teritorial Korea Selatan di sepanjang pantai timur," kata sebuah pernyataan militer AS.
Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo mengatakan bahwa mereka akan mempersiapkan langkah-langkah independen untuk menghentikan ancaman Korut, mempercepat penempatan sistem anti rudal Thaad yang dipasok oleh AS.
Korut telah berulang kali menguji-coba rudal, yang merupakan pelanggaran terhadap resolusi PBB.
Pentagon mengatakan rudal terbaru diluncurkan pada pukul 23:41 waktu setempat (21:41 WIB) dari sebuah pabrik senjata di provinsi Jagang.
Belum jelas, mengapa Korea Utara meluncurkan rudal di malam hari - tidak seperti biasanya. Sebelumnya belum pernah pula ada peluncuran rudal dari provinsi Jagang, mengindikasikan bahwa ada lokasi peluncuran yang tidak diketahui sebelumnya oleh dunia.
ICBM bisa mencapai ketinggian hingga di luar atmosfer bumi. Dengan menggunakan lintasan tajam dengan ketinggian yang tinggi memungkinkan Korea Utara untuk menghindari penembakan di negara-negara tetangga.
AS, Jepang dan Korea Selatan keras mengecam langkah terakhir Pyongyang ini.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan hal itu menunjukkan ancaman terhadap keamanan negaranya 'serius dan nyata,' sementara juru bicara Pentagon Jeff Davis mengatakan bahwa AS siap untuk membela negara mereka "dan sekutu kami dari segala bentuk serangan atau provokasi."
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melangsungkan sebuah pertemuan keamanan darurat di tengah malam.
Meskipun uji coba peluru kendali terus berlangsung, para ahli yakin bahwa Korea Utara belum memiliki kemampuan untuk memperkecil hulu ledak nuklir agar bisa dipasang pada rudal jarak jauh, dan memastikannya terlindung hingga mencapai sasaran.
Mereka mengatakan banyak rudal Korea Utara yang tidak dapat mencapai sasaran secara akurat.
Namun, yang lain percaya bahwa pada tingkat uji coba sekarang, Pyongyang dapat mengatasi masalah ini dan dalam tempo lima hingga 10 tahun bisa mengembangkan senjata nuklir yang dapat menyerang AS.
SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saturday, July 29, 2017

Bisa Menjangkau AS, Rudal Korut Capai Ketinggian 3.700 Km Lebih

foto: bertha/GARASInews

Pyongyang, GARASInews - Korea Utara (Korut) baru saja menggelar uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM). Ini merupakan peluncuran rudal ICBM kedua kalinya dalam bulan Juli ini. Kantor berita resmi Korut, KCNA menyebut bahwa rudal tersebut sebagai peringatan keras bagi Amerika Serikat.

Para pakar Barat mengatakan, rudal balistik yang diberi nama Hwasong-14 ini merupakan peningkatan dari ICBM pertama yang diluncurkan Korut pada 4 Juli lalu. Ini merupakan jenis terbaru dari yang sebelumnya diluncurkan Korut pada 4 Juli lalu, jika dilihat dari kemampuan jarak tempuhnya.

Disebutkan KCNA seperti dilansir kantor berita GARASInews,Sabtu (29/7/2017), rudal ICBM yang diluncurkan pada Jumat (28/7) waktu setempat, mengudara selama 47 menit dan 12 detik dan berhasil mencapai ketinggian maksimum 3.724,9 kilometer dan terbang sejauh 998 kilometer. Uji coba tersebut diawali langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un yang menegaskan, program senjata negeri komunis itu merupakan aset tak ternilai yang tak bisa diambil atau digantikan.

Menurut organisasi Union of Concerned Scientists yang berbasis di AS, rudal tersebut bisa menjangkau hingga ke wilayah Denver dan Chicago di Amerika Serikat.

Michael Elleman dari lembaga International Institute for Strategic Studies mengatakan, dengan peluncuran terbaru ini, maka peluang untuk solusi diplomatik dengan Korut kini "menutup dengan cepat."

"Kuncinya di sini adalah bahwa Korut telah melakukan uji coba yang berhasil untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari satu bulan," tuturnya. "Jika tren ini berlanjut, mereka (Korut) dapat membuat sebuah ICBM yang bisa diandalkan sebelum akhir tahun ini," imbuhnya.

Sebelumnya dalam uji coba pertama peluncuran rudal ICBM yang digelar Selasa (4/7) pagi waktu setempat, Korut meluncurkan rudal balistik Hwasong-14 dari sudut paling tajam, hingga mencapai ketinggian 2.802 kilometer dan mengudara sejauh 933 kilometer. Korut mengklaim rudal itu sebagai rudal balistik antarbenua atau ICBM dan menyebut uji cobanya berlangsung sukses.

Seperti dilansir GARASInews, co-Direktur Program Keamanan Global Union of Concerned Scientists, David Wright, menyebut Korut meluncurkan rudal Hwasong-14 dengan jalur peluncuran 'sangat tinggi' dalam uji cobanya. Jika sudut peluncuran diterapkan sesuai standar atau tidak sangat tinggi, maka rudal itu akan bisa mencapai jangkauan yang lebih jauh. Menurut pakar-pakar independen, rudal itu bisa menjangkau wilayah Alaska, AS.

Media Korut, Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan, pemimpin Korut Kim Jong-Un mengawasi langsung uji coba rudal tersebut. "Bajingan Amerika tak akan begitu senang jika hadiah ini dikirimkan pada peringatan 4 Juli (Hari Kemerdekaan AS)," demikian ujar Kim seperti dilaporkan KCNA dan dilansir GARASInews beberapa hari lalu.

Menurut KCNA, Kim kemudian mengatakan sesuatu yang membuat orang-orang tertawa. "Kita harus mengirimkan mereka hadiah sesekali untuk membantu menghilangkan kebosanan mereka," demikian kata Kim.

Disebutkan KCNA, Kim telah memeriksa rudal Hwasong-14 tersebut dan menyampaikan kepuasannya.

Berdasarkan informasi dari Pusat Kajian Nonproliferasi, James Martin CNS, dan lembaga nonprofit Inisiatif Ancaman Nuklir (NTI), seperti dilansir GARASInews, rudal Hwasong-14 atau KN-14 merupakan jenis ICBM berbahan bakar cair yang terdiri atas dua bagian. Rudal ini pertama kali diungkapkan ke publik tahun 2015 lalu. Dua bagian rudal ini berfungsi untuk mengendalikan tenaga pendorong rudal (missile boost) dan guidance.

Rudal ini memiliki panjang 16,9 - 17,4 meter dengan diameter 1,8 - 2 meter dan mampu membawa muatan seberat 300 - 700 kilogram. Rudal ini memiliki jangkauan maksimum 8 ribu kilometer. Para pengamat meyakini rudal ini memiliki 4 pengarah atau 'vernier', yakni mesin yang memampukan rudal tetap berada dalam jalur peluncuran. Dengan mesin itu, hulu ledak nuklir yang dimuatkan ke rudal bisa mencapai ke target.


Thursday, July 27, 2017

Rudal Balistik Korut Bisa Menjangkau Ketinggian 2.802 Km

foto: bertha/GARASInews

Pyongyang, GARASInews - Korea Utara (Korut) tahun ini telah meluncurkan rudal balisitik antar benua (ICBM) yang disebut mampu menjangkau hingga ketinggian 2.802 kilometer. Rudal tersebut diklaim bisa menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Seperti dilansir GARASInews, pemimpin Korut Kim Jong Un melihat langsung uji coba rudal balistik pada 4 Juli pagi waktu setempat itu. Uji coba itu berlangsung di sebuah pangkalan udara di Panghyon, yang berjarak 100 kilometer dari ibu kota Pyongyang.

Televisi nasional Korut, Korean Central Television (KCTV) menyatakan uji coba rudal balistik terbaru itu diperintahkan dan diawasi langsung oleh pemimpin mereka, Kim Jong-Un. KCTV menyebut rudal itu mencapai ketinggian 2.802 kilometer, yang tertinggi sepanjang sejarah uji coba rudal Korut.

"Sebagai negara nuklir paling kuat dengan roket ICBM terbaik, Korea Utara akan mengakhiri ancaman perang nuklir AS dan mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea," demikian ujar penyiar berita KCTV.

Pemimpin Korut Kim Jong-Un ikut menyaksikan dan mengawasi uji coba rudal yang dilakukan Minggu (21/5) waktu setempat. Uji coba itu sontak memicu kecaman internasional dan ancaman sanksi dari PBB.

"Dengan bangga kami sampaikan bahwa serangan rudal sangat akurat dan Pukguksong-2 adalah senjata yang strategis dan berhasil," ujar Kim Jong-Un.

Rudal yang diuji coba adalah Pukguksong-2, yang merupakan senjata versi darat dari rudal kapal selam Pyongyang. Rudal tersebut menggunakan bahan bakar padat sehingga dapat ditembakkan dalam waktu yang singkat.

"Sekarang setelah semua data taktis dan teknis memenuhi syarat, rudal jenis ini harus diproduksi secara massal untuk menjadi senjata pasukan," kata Jong-Un.

Korut saat ini tengah berupaya mengembangkan sebuah ICBM yang mampu membawa muatan nuklir dan mampu menjangkau daratan AS. Rezim Korut terus mengabaikan berbagai peringatan dari dunia internasional, yang mengecam program rudal dan nuklir negeri komunis itu.

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...