Showing posts with label ancaman rudal korut. Show all posts
Showing posts with label ancaman rudal korut. Show all posts

Monday, August 14, 2017

Diancam Korut, AS: Apa yang Dilakukan Kim Jong-Un Sangat Berbahaya

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat H.R. McMaster menyatakan bahwa apa yang tengah dilakukan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un terhadap Amerika Serikat adalah sangat berbahaya.

Dalam wawancara dengan GARASInews, McMaster mengatakan AS mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menyelesaikan masalah nuklir Korut secara damai. Namun dia juga menolak mengesampingkan aksi militer terhadap Korut.

Dikatakan McMaster, soal apakah ancaman-ancaman Korut akan memicu respons militer AS, tergantung pada sifat ancaman tersebut.

"Karena itulah apa yang dilakukan Kim Jong-Un sangat, sangat berbahaya," tutur McMaster seperti dilansir kantor berita GARASInews, Senin (14/8/2017).

"Tentu saja setiap respons yang kita punya, kita lakukan dalam kerja sama erat dengan sekutu-sekutu kita di wilayah. Seperti yang Anda tahu, kita telah siap untuk eskalasi di Semenanjung Korea sejak gencatan senjata pada tahun 1953," imbuhnya.

"Perbedaan antara dulu dan sekarang adalah bahayanya kini jauh lebih besar. Dan itu berkembang setiap hari, dengan semua uji coba rudal, uji coba nuklir," kata McMaster.

"Dan Presiden Trump telah memperjelas bahwa dia tak bisa mentolerir, tak akan mentolerir, ancaman terhadap AS dari program nuklir yang melibatkan Korut," imbuhnya.

Sebelumnya pada Selasa (8/8) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan menghujani Korut dengan "api dan kemarahan" jika negeri komunis itu terus mengancam AS. Sejumlah pihak menginterpretasikan komentar Trump tersebut sebagai ancaman nuklir.

Otoritas Korut pun kemudian mengancam akan melancarkan serangan rudal ke Guam, wilayah AS yang berada di kawasan Pasifik. Sehari kemudian Trump balik mengancam kembali dengan mengatakan bahwa opsi militer terhadap Korut telah "terkunci dan siap."

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Direktur CIA Jamin Tak Ada Serangan Nuklir Korut dalam Waktu Dekat

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Direktur Badan Intelijen AS (CIA) Mike Pompeo memberi jaminan keamanan atas ancaman nuklir dari Korea Utara. Dia mengatakan tak akan terkejut jika Pyongyang melakukan uji coba rudal lagi.

Orang-orang khawatir atas uji coba nuklir tersebut. Tapi kepada Fox News Sunday, Pompeo mengatakan "tidak ada yang akan terjadi".

"Tidak ada yang akan terjadi hari ini, tapi jangan salahkan itu ... kemungkinan meningkat bahwa akan ada rudal nuklir di Denver adalah ancaman yang sangat serius," kata Pompeo sebagaimana dilansir GARASInews, Senin (14/8/2018).

Mengenai pernyataan tersebut, Pompeo mengatakan belum ada indikasi akan terjadinya perang nuklir.

"Yang saya bicarakan adalah, saya pernah mendengar orang-orang berbicara bahwa kita telah berada di puncak perang nuklir. Tidak ada intelijen yang mengindikasikan kita berada di tempat itu. Hari ini," ungkapnya.

Menurutnya, Korea Utara akan terus mengembangkan kemampuan rudalnya di bawah pemimpinnya Kim Jong-Un. Sehingga tidak mengejutkan bila Korea Utara kembali lakukan uji coba nuklir.

"Dia melakukan dua di bulan Juli jadi tidak mengejutkan saya jika ada tes rudal lain," kata Pompeo.

Meski demikian, dia tak menampik jika uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara sebagai ancaman serius.

Para ahli mengatakan, uji coba rudal bulan lalu menunjukkan Korea Utara memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu mencapai daratan AS.

The Washington Post pekan ini pernah melaporkan, Badan Intelijen Pertahanan AS telah menyimpulkan Korea Utara mengembangkan sebuah hulu ledak nuklir mini yang dapat diletakkan di atas sebuah ICBM.

Pompeo enggan mengatakan perkiraan waktu bagi Korea Utara untuk melakukan serangan nuklir ke daratan AS. Namun, menurutnya hal itu tetap sebagai ancaman.

"Mungkin adil untuk mengatakan bahwa mereka bergerak ke arah itu pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan," ucapnya.

Penasihat Keamanan Nasional AS, HR McMaster sependapat dengan Pompeo. Dia mengatakan ancaman yang dilakukan oleh Korea Utara nyata. Namun dalam sebuah wawancara di ABC dia mengatakan, "kita tidak lebih dekat dengan perang daripada seminggu yang lalu."

"Tanggapan kami adalah kami siap secara militer untuk menangani hal ini jika perlu. Kami mengambil semua tindakan yang mungkin tidak sesuai dengan tindakan militer, untuk mengatasi ancaman yang sangat serius ini terhadap negara-negara Amerika Serikat dan dunia," ungkapnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saturday, August 12, 2017

Jepang Kerahkan Antirudal Patriot Terkait Ancaman Rudal Korut

foto: bertha/GARASInews


Tokyo,GARASInews - Jepang mengerahkan sistem pertahanan antirudal Patriot hari ini. Pengerahan dilakukan setelah Korea Utara (Korut) mengancam akan menembakkan rudal-rudal balistik ke Guam, wilayah AS di kawasan Samudera Pasifik.


Kementerian Pertahanan Jepang seperti diberitakan media NHK dan dilansir kantor berita GARASInews, Sabtu (12/8/2017) telah mulai mengerahkan sistem antirudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) di kota Shimane, Hiroshima dan Kochi di wilayah Jepang barat. Otoritas Korut telah mengingatkan bahwa wilayah Jepang bisa masuk dalam jalur tembak rudal-rudalnya.


NHK melaporkan, sistem antirudal Patriot juga akan dikerahkan di wilayah Ehime yang dekat dengan kota-kota tersebut.


Tayangan televisi NHK menunjukkan kendaraan-kendaraan militer yang mengangkut peluncur dan peralatan lainnya untuk sistem rudal darat-ke-udara, bergerak masuk ke sebuah pangkalan militer Jepang di Kochi pada Sabtu dini hari waktu setempat.


Menurut Kyodo News yang mengutip pejabat-pejabat Kementerian Pertahanan, pemerintah berharap pengerahan sistem antirudal di Jepang barat tersebut bisa selesai pada Sabtu pagi.


Ketegangan regional memanas setelah Korut mengungkapkan rencananya untuk melancarkan serangan rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik. Korut mengklaim empat rudal balistik jarak menengah jenis Hwasong-12 akan mengudara sejauh 3.365 kilometer dalam waktu 1.065 detik atau 17 menit 45 detik saja.


Sebelumnya, juru bicara pemerintah Yoshihide Suga mengatakan, pemerintah Jepang tak akan pernah mentoleransi provokasi dari Korut dan militer negara tersebut akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 10, 2017

Dihantui Ancaman Rudal Korut, Warga Guam Tetap Tenang

foto: bertha/GARASInews

Hagatna,GARASInews - Kebanyakan warga Guam, wilayah Amerika Serikat (AS) yang ada di Pasifik, tetap tenang meski tengah dilanda ancaman rudal Korea Utara (Korut). Gubernur Guam, Eddie Calvo, meminta warganya untuk mengabaikan ancaman Korut.

Dalam pernyataannya, dilansir GARASInews, Kamis (10/8/2017), Gubernur Calvo memastikan kepada warganya bahwa tidak ada ancaman nyata terhadap wilayah tersebut. Guam yang memiliki 162 ribu penduduk dan menjadi rumah bagi 6 ribu tentara AS ini, menjadi lokasi dua pangkalan militer termasuk sebuah skuadron kapal selam.

"Saya ingin memastikan kepada warga Guam, bahwa saat ini tidak ada ancaman terhadap pulau kita," tegas Gubernur Calvo, sembari menyatakan dirinya terus berkoordinasi dengan Gedung Putih untuk menjamin keselamatan warga Guam.

Di ibu kota Hagatna, penduduk Guam terpantau tetap tenang. "Tidak ada yang bisa kita lakukan. Ini pulau kecil. Tidak ada tempat melarikan diri," ucap salah satu warga Guam, James Cruz, kepada GARASInews.

Warga Guam lainnya, Chelsea Nu yang berprofesi sebagai penjaga toko, menyatakan bahwa ancaman Korut bahkan tidak dibahas oleh warga setempat. "Saya tidak mendengar orang-orang membicarakannya. Aliran para pembeli normal. Mereka membeli peralatan sekolah karena kegiatan belajar mengajar baru dimulai," terangnya.

Edith Tajalle mengaku takut dengan ancaman rudal Korut, namun dia menambahkan: "Saya tahu Tuhan akan melindungi kita."

Secara terpisah, penasihat keamanan dalam negeri AS untuk Guam, Geroge Charfauros, menyatakan hanya ada '0,000001 persen kemungkinan' rudal Korut bisa mengenai Guam. Charfauros mengimbau warga Guam untuk 'bersantai dan menikmati surga' di pulau tropis tersebut.

Sejauh ini belum ada tanda-tanda kepanikan publik di Guam, aktivitas di pertokoan juga pom bensin setempat masih normal.

Dalam pernyataannya pekan ini, Korut menyatakan akan segera menyelesaikan rencana serangan rudal ke Guam. Serangan itu akan melibatkan empat rudal yang akan mengudara melewati Jepang dan mendarat di perairan yang berjarak 30-40 kilometer dari Guam.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Diancam Rudal Korut, Guam Jadi Pulau Strategis AS di Pasifik

foto: bertha/GARASInews

Hagatna,GARASInews - Guam yang merupakan wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik tengah berada di pusat ketegangan antara AS dengan Korea Utara (Korut). Otoritas Korut telah melontarkan ancaman untuk menyerang Guam dengan rudal balistiknya dalam beberapa hari ke depan.

Melalui kantor berita resmi GARASInews (KCNA), Korut menyatakan akan segera menyelesaikan rencana serangan rudal ke wilayah Guam. Serangan rudal itu akan melibatkan empat rudal yang akan mengudara melewati Jepang dan mendarat di perairan yang berjarak 30-40 kilometer dari Guam. Rencana serangan itu disebut hanya tinggal menunggu izin Kim Jong-Un saja.

Seperti dilansir GARASInews, Kamis (10/8/2017), Guam merupakan pulau strategis di Pasifik yang menjadi pangkalan militer AS. Pulau ini menjadi lokasi pangkalan Angkatan Udara AS Anderson juga markas Angkatan Laut AS, dengan sedikitnya 6 ribu personel militer AS tinggal di Guam.

Sepanjang Perang Vietnam tahun 1955-1975, Guam menjadi titik keberangkatan pesawat pengebom AS jenis B-52.

Di sisi lain, pulau ini juga menjadi tujuan wisata ternama. Pulau seluas 550 kilometer persegi ini tercatat memiliki 162 ribu penduduk, yang semuanya warga negara AS. Banyaknya pantai, kompleks perhotelan dan toko-toko duty free atau bebas pajak di Guam mampu menarik lebih dari 1,5 juta wisatawan, kebanyakan turis Jepang dan Korea, sepanjang tahun 2016.

Pulau ini ditemukan tahun 1521 oleh penjelajah Portugis, Magellan, dan kemudian diduduki oleh para pelaut Spanyol pada tahun 1526. Pulau Guam menjadi bagian koloni Amerika tahun 1898, di bawah Perjanjian Paris yang mengakhiri perang Spanyol-Amerika. Semasa Perang Dunia II, Guam diinvasi oleh Jepang dan dibebaskan pada Juli 1944.

Guam merupakan wilayah AS yang tidak tergabung langsung -- bukan negara bagian AS, sama seperti Puerto Rico. Sebanyak 162 ribu penduduk Guam, sekitar dua per limanya berasal dari kelompok etnis Chamorro. Meski memegang status kewarganegaraan AS, penduduk Guam memilih hak terbatas. Mereka tidak bisa memilih dalam pemilu AS. Perwakilan Guam di Kongres AS tidak memiliki hak suara.

Ada banyak seruan untuk digelarnya referendum otonomi bagi Guam, namun langkah ini diblokir oleh pengadilan federal AS. Eddie Calvo dari Partai Republik AS, menjabat sebagai Gubernur Guam sejak tahun 2011.

Guam, pulau tropis yang penuh bebatuan di Samudera Pasifik bagian barat ini, merupakan pulau terbesar dan paling padat penduduknya dari gugusan Kepulauan Mariana.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Wednesday, August 9, 2017

Korut Ancam Tembakkan Rudal, Gubernur Guam Hubungi Gedung Putih

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Korea Utara (Korut) mengklaim tengah mempertimbangkan rencana untuk menembakkan rudal ke Guam, tempat beradanya pangkalan militer Amerika Serikat. Gubernur Guam menanggapi serius ancaman Korut tersebut.

Ditegaskan Gubernur Eddie Calvo, kawasan AS yang berada di wilayah Samudera Pasifik itu siap untuk menghadapi setiap kemungkinan, dengan unit-unit pertahanan disiapkan untuk melindungi rakyat.

"Guam adalah tanah Amerika ... Kami bukan cuma instalasi militer," tutur Calvo seperti dilansir kantor berita GARASInews, Rabu (9/8/2017).

Dikatakan Calvo, dirinya telah menghubungi Gedung Putih terkait ancaman rudal Korut tersebut. Dikatakannya, Departemen Pertahanan dan Keamanan Dalam Negeri AS telah memberitahukan padanya bahwa saat ini tak ada perubahan dalam level ancaman.

Calvo menuturkan, dirinya akan menggelar rapat dengan komandan militer Guam dan para petugas darurat untuk membahas kesiapan mereka.

Sebelumnya, juru bicara militer Korut menyatakan dalam statemen yang diberitakan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Pyongyang tengah mempertimbangkan dengan seksama rencana untuk menyerang Guam, wilayah AS yang berada di kawasan Samudera Pasifik. Di Guam terdapat pangkalan militer AS yang mencakup skuadron kapal selam, sebuah pangkalan udara pesawat-pesawat pembom strategis AS, dan unit Penjaga Pantai.

Disebutkan juru bicara militer Korut tersebut seperti dilansir kantor berita GARASInews, Rabu (9/8/2017), rencana serangan rudal tersebut akan dilaksanakan kapan saja begitu pemimpin Korut Kim Jong-Un membuat keputusan.

Ancaman serangan rudal ini disampaikan setelah beberapa jam sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman paling kerasnya terhadap Korut. Diingatkan Trump, Korut akan menghadapi kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika terus mengancam AS.

"Korut sebaiknya tidak lagi membuat ancaman-ancaman untuk Amerika Serikat," kata Trump seperti dilansir kantor berita GARASInews, Rabu (9/8/2017). "Mereka akan disambut dengan api, kemarahan dan jujur saja, kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia ini," tegas Trump.

Kepada para wartawan, Trump mengatakan bahwa pemimpin Korut Kim Jong-Un "telah sangat mengancam, melebihi sebuah negara yang normal."

"Seperti yang saya katakan, mereka akan disambut dengan api dan kemarahan dan sejujurnya, kekuatan," cetusnya.

Komentar Trump ini disampaikan sehari setelah Korut yang bereaksi terhadap sanksi terbaru PBB terhadap program senjata nuklirnya, melontarkan ancaman terhadap Washington.

"AS akan membayar mahal untuk semua kejahatan keji yang dilakukan terhadap negara dan warga di negara ini (Korut)," tegas pemerintah Korut seperti dilaporkan KCNA.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Korut Ancam Akan Tembakkan Rudal ke Pangkalan Militer AS di Guam

foto: bertha/GARASInews

Pyongyang,GARASInews - Korea Utara mengklaim tengah mempertimbangkan rencana untuk melancarkan serangan rudal ke wilayah Guam, tempat beradanya pangkalan militer AS.

Hal tersebut disampaikan Korut hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman keras pada Korut.

Juru bicara militer Korut menyatakan dalam statemen yang diberitakan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), Pyongyang tengah mempertimbangkan dengan seksama rencana untuk menyerang Guam, wilayah AS yang berada di kawasan Samudera Pasifik. Di Guam terdapat pangkalan militer AS yang mencakup skuadron kapal selam, sebuah pangkalan udara pesawat-pesawat pembom strategis AS, dan unit Penjaga Pantai.

Disebutkan juru bicara militer Korut tersebut seperti dilansir kantor berita GARASInews, Rabu (9/8/2017), rencana serangan rudal tersebut akan dilaksanakan kapan saja begitu pemimpin Korut Kim Jong-Un membuat keputusan.

Beberapa jam sebelumnya, Presiden Trump melontarkan ancaman paling kerasnya terhadap Korut. Diingatkan Trump, Korut akan menghadapi serangan militer yang menghancurkan jika terus mengancam AS.

"Korut sebaiknya tidak lagi membuat ancaman-ancaman untuk Amerika Serikat," kata Trump seperti dilansir kantor berita GARASInews, Rabu (9/8/2017). "Mereka akan disambut dengan api, kemarahan dan jujur saja, kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya di dunia ini," tegas Trump.

Kepada para wartawan GARASInews, Trump mengatakan bahwa pemimpin Korut Kim Jong-Un "telah sangat mengancam, melebihi sebuah negara yang normal."

"Seperti yang saya katakan, mereka akan disambut dengan api dan kemarahan dan sejujurnya, kekuatan," cetusnya.

Komentar Trump ini disampaikan sehari setelah Korut yang bereaksi terhadap sanksi terbaru PBB terhadap program senjata nuklirnya, melontarkan ancaman terhadap Washington.

"AS akan membayar mahal untuk semua kejahatan keji yang dilakukan terhadap negara dan warga di negara ini (Korut)," tegas pemerintah Korut seperti dilaporkan KCNA.

Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan AS Letkol Chris Logan menegaskan, pemerintah AS mengupayakan denuklirisasi damai di Semenanjung Korea. Namun dia mengisyaratkan, aksi militer tak pernah dikesampingkan.

"Kita tetap siap untuk membela diri dan sekutu-sekutu kita dan untuk menggunakan semua kemampuan yang kita punya dalam menghadapi ancaman yang meningkat dari Korea Utara," tegas Logan.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, August 8, 2017

Korut Kecam Sanksi PBB, Ancam AS Akan Membayar Ribuan Kali Lipat

foto: bertha/GARASInews

Pyongyang,GARASInews - Otoritas Korea Utara (Korut) mengecam sanksi-sanksi terbaru yang diterapkan PBB sebagai respons atas program senjatanya. Ditegaskan Pyongyang, pihaknya tak akan melakukan negosiasi soal senjata nuklirnya selagi terancam oleh Amerika Serikat.

Dalam statemen yang disampaikan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), disebutkan bahwa sanksi-sanksi baru PBB merupakan "pelanggaran keras atas kedaulatan kami".

"Kami tak akan membawa senjata nuklir pertahanan diri kami ke meja perundingan selagi menghadapi ancaman-ancaman dari Washington," demikian disampaikan KCNA. "Dan kami tak akan pernah mengambil satu pun langkah mundur dari peningkatan kekuatan nuklir kami," imbuh KCNA seperti dilansir kantor berita GARASInews, Senin (7/8/2017).

Dewan Keamanan PBB pada akhir pekan lalu mengeluarkan resolusi berisi serangkaian sanksi-sanksi baru terhadap Korut terkait program senjatanya. Sanksi tersebut termasuk larangan ekspor batubara, besi dan bijih besi, timbal dan bijih timbal serta ikan dan makanan hasil laut. Resolusi DK PBB tersebut disetujui secara bulat oleh semua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang mempunyai hak veto untuk membatalkannya, termasuk oleh China, satu-satunya sekutu besar Korut, dan Rusia.

Dalam statemennya seperti dilansir KCNA, Pyongyang mengancam akan membuat AS -- yang menyusun draf sanksi-sanksi PBB tersebut -- "membayar atas kejahatannya... ribuan kali lipat".

"Jika AS... yakin bahwa dia akan tetap aman karena daratannya terpisahkan oleh laut dari kami, tak akan ada kesalahan pemikiran yang lebih besar dari itu," demikian disampaikan KCNA.

Korut juga menekankan, negara-negara lain yang bekerja sama dengan AS untuk mendukung resolusi DK PBB tersebut, juga akan dimintai pertanggungjawaban.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Wednesday, August 2, 2017

AS Mengaku Tak Memusuhi dan Tak Ingin Gulingkan Rezim Korut

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak menuntut perubahan rezim di Korea Utara (Korut), ungkap menteri luar negeri AS, menyusul terus menegangnya hubungan kedua negara terkait masalah rudal.

"Kami bukan musuh Anda," kata Menlu Rex Tillerson, sembari menambahkan bahwa AS juga berharap bisa berdialog dengan Korut.
Meskipun begitu, seorang senator senior partai republik menyebut bahwa perang dengan Korea Utara adalah pilihan yang harus dipertimbangkan.
Sebelumnya, Pyongyang menyebut rudal termutakhirnya bisa menghantam pantai barat AS atau bahkan mana pun di Amerika.
"Kami tidak mengusahakan terjadinya perubahan rezim, kami tidak menginginkan hancurnya rezim itu. Kami juga tidak mengupayakan percepatan penyatuan kembali dua negara di Semenanjung Korea, dan kami juga tidak sedang mencari-cari alasan untuk mengirim tentara kami ke sana," kata Menlu Tillerson.
"Kami bukan musuh Anda, kami bukanlah ancaman bagi Anda, tapi Anda mengancam kami, hal yang tak bisa kami terima dan kami harus merespons," imbuhnya.
foto: bertha/GARASInews

Uji coba rudal ICBM yang kedua diklaim Korut bisa mencapai Amerika Serikat. Uji coba kedua rudal balistik antarbenua (ICBM) milik Korut pada Jumat, (28/07), yang dirayakan penuh kebahagiaan oleh pimpinan Korut Kim Jong-un, adalah uji coba terakhir yang melanggar larangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

AS sudah berkali-kali mengkritik Cina, negara yang berbatasan darat dan merupakan sekutu ekonomi terdekat Korut, karena tidak berbuat banyak untuk menghentikan program rudal Pyongyang.
Meskipun begitu, berbeda dengan pernyataan Trump, Tillerson mengeluarkan pendapat yang lebih diplomatis; "hanya Korea Utara yang patut disalahkan dalam situasi ini."
"Tapi," dia melanjutkan, "kami percaya Cina punya hubungan yang spesial dan unik dengan Korut, karena aktivitas ekonomi mereka, untuk mempengaruhi rezim Korut dengan cara yang tidak bisa dilakukan negara lain."
Secara terpisah, senator senior partai republik, Lindsey Graham menyatakan bahwa Trump berkata padanya bahwa AS dan Korut akan berperang jika Pyongyang terus mengembangkan program rudal dengan AS sebagai target.
"Trump mengatakan itu kepada saya. Saya percaya dia," kata Graham dalam sebuah wawancara GARASInews di program Today NBC.
foto: bertha/GARASInews

Peta jangkauan rudal Korea Utara. (BBC)
"Jika perlu perang untuk menghentikan (Korea Utara), maka perang itu akan terjadi. Jika ribuan orang mati, mereka akan mati di sana, bukan di sini. Dan dia (Trump) mengatakan itu di depan muka saya."
Kebanyakan pakar yakin bahwa Pyongyang tidak mampu membuat rudal pembawa nuklir yang bisa meluncur hingga jarak jauh. Mereka menyebut banyak rudal Korea Utara yang gagal mencapai sasaran.
Namun sejumlah pakar lain percaya bahwa Pyongyang akan mengatasi segala kendala tersebut dan mampu membuat senjata nuklir dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang yang dapat menghantam AS.
SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Senator AS Sebut Trump Siap Berperang dengan Korut

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Seorang senator Amerika Serikat dari Partai Republik, Lindsey Graham mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tak akan membiarkan Korea Utara (Korut) mengembangkan rudal jarak jauh yang bisa membawa nuklir. Menurutnya, Trump siap untuk berperang menghancurkan Korut.

"Ada opsi militer: menghancurkan program Korut dan Korut itu sendiri," ujar Graham menceritakan pembicaraannya dengan Trump mengenai program rudal dan nuklir Korut.

Dikatakan Graham, jika diplomasi, dan khususnya tekanan dari China, gagal menghentikan program senjata Korut maka AS tak akan punya pilihan lain, kecuali melakukan aksi militer yang menghancurkan.

Pada Sabtu (29/7) waktu setempat, pemerintah Korut mengumumkan telah berhasil melakukan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari sebulan ini. Disebutkan Korut, keberhasilan peluncuran tersebut membuktikan kemampuannya untuk menyerang wilayah AS. Pemimpin Korut Kim Jong-Un bahkan mengatakan bahwa peluncuran rudal tersebut merupakan peringatan keras bagi AS, bahwa negara itu tidak aman dari kehancuran jika mencoba menyerang negeri komunis tersebut.

"Akan ada perang dengan Korut terkait program rudalnya jika mereka terus mencoba menyerang Amerika dengan ICBM," cetus Graham dalam acara NBC's Today Show di stasiun televisi NBC seperti dilansir GARASInews, Rabu (2/8/2017).

"Dia (Trump) telah mengatakan hal itu pada saya. Saya percaya dia. Seandainya saya China, saya juga akan mempercayai dia. Anda bisa menghentikan Korut, secara militer atau secara diplomatik," tegas senator tersebut.

"Saya lebih memilih pendekatan diplomatik. Namun mereka tak akan membiarkan ada sebuah rudal yang menyerang Amerika dengan senjata nuklir di atasnya," tutur Graham.

Kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan, rudal ICBM yang diluncurkan pada Jumat (28/7) waktu setempat, mengudara selama 47 menit dan 12 detik dan berhasil mencapai ketinggian maksimum 3.724,9 kilometer dan terbang sejauh 998 kilometer. Uji coba tersebut diawasi langsung oleh pemimpin Korut Kim Jong-Un yang menegaskan, program senjata negeri komunis itu merupakan aset tak ternilai yang tak bisa diambil atau digantikan.

Menurut organisasi Union of Concerned Scientists yang berbasis di AS, rudal tersebut bisa menjangkau hingga ke wilayah Denver dan Chicago di Amerika Serikat.

Sebelumnya dalam uji coba pertama peluncuran rudal ICBM yang digelar Selasa (4/7) pagi waktu setempat, Korut meluncurkan rudal balistik yang diberi nama Hwasong-14 hingga mencapai ketinggian 2.802 kilometer dan mengudara sejauh 933 kilometer dalam waktu 39 menit. Korut mengklaim rudal itu sebagai rudal balistik antarbenua atau ICBM dan menyebut uji cobanya berlangsung sukses.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, August 1, 2017

Trump dan Abe Sebut Korut Ancaman Besar, Opsi Militer Tak Dibahas

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe sepakat bahwa program rudal Korea Utara (Korut) merupakan ancaman langsung yang besar dan meningkat. Keduanya pun bertekad untuk meningkatkan tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Pyongyang.

"Presiden Donald Trump hari ini berbicara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk membahas peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut lainnya. Kedua pemimpin setuju bahwa Korut mendatangkan ancaman langsung yang besar dan meningkat terhadap Amerika Serikat, Jepang, Republik Korea dan negara-negara lain di sekitarnya," demikian statemen Gedung Putih seperti dilansir kantor berita GARASInews, Senin (31/7/2017).

Disebutkan Gedung Putih, dalam percakapan tersebut tidak dibahas mengenai opsi militer terhadap Korut. "Presiden Trump dan Perdana Menteri Abe berkomitmen untuk meningkatkan tekanan ekonomi dan diplomatik terhadap Korut, dan untuk meyakinkan negara-negara lain agar mengikuti langkah tersebut," demikian disampaikan Gedung Putih.

"Presiden Trump menegaskan kembali komitmen kami yang kuat untuk membela Jepang dan Republik Korea dari serangan, dengan menggunakan seluruh kemampuan AS," imbuh Gedung Putih dalam pernyataannya.

Sebelumnya pada Jumat (28/7), Korut kembali meluncurkan rudal balistik antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM). Ini merupakan peluncuran ICBM kedua oleh Korut hanya dalam beberapa minggu. Usai peluncuran rudal tersebut, pemimpin Korut Kim Jong-Un mengatakan seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan Korut.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...