Showing posts with label Togel Online. Show all posts
Showing posts with label Togel Online. Show all posts

Friday, August 18, 2017

ISIS Klaim Bertanggungjawab Atas Teror Van di Barcelona

foto: bertha/GARASInews

Barcelona,GARASInews - ISIS mengklaim bertanggungjawab atas teror van yang terjadi kawasan wisata Las Ramblas, Barcelona, Spanyol. Hal tersebut disampaikan oleh kantor berita Amaq yang memiliki afiliasi dengan ISIS.

"Pelaku serangan di Barcelona adalah tentara ISIS dan melakukan operasi tersebut sebagai tanggapan atas seruan untuk menargetkan negara-negara koalisi (merujuk pada sebuah koalisi pimpinan Amerika Serikat melawan kelompok militan Sunni)," kata kantor berita Amaq seperti dilansir GARASInews, Jumat (18/8/2017).

Akibat insiden itu 13 orang tewas dan 80 korban luka-luka. Saksi mata melihat mobil van melaju zigzag saat melintas di kawasan wisata Las Ramblas. Mobil itu melaju kencang dan mulai menabrak para turis, melukai pejalan kaki dan meninggalkan korban tergeletak di jalanan.

"Saya mendengar jeritan dan sedikit benturan. Kemudian saya melihat kerumunan orang dan van ini meluncur kencang di tengah Las Ramblas dan saya langsung tahu bahwa itu adalah serangan teroris atau semacamnya," kata Tom Gueller.

Polisi Spanyol telah menangkap dua orang terduga pelaku serangan teror di kawasan wisata Las Ramblas, Barcelona. Keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Pasca-serangan van itu, pihak otoritas melarang warga untuk mendekati kawasan Placa Catalunya, Barcelona, salah satu lapangan utama yang terletak di Las Ramblas. Stasiun kereta api dan metro pun ditutup untuk umum.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Thursday, August 17, 2017

Seminggu Ini, 58 Bandar Narkoba di Filipina Tewas

foto: bertha/GARASInews

Manila,GARASInews - Operasi polisi di Manila, Filipina, digencarkan sejalan dengan upaya Presiden Rodrigo Duterte memberantas narkoba. Dalam semalam saja, setidaknya ada 26 bandar narkoba yang tewas.

Dilansir kantor berita GARASInews, Kamis (17/8/2017), operasi yang memakan 26 korban jiwa itu dilakukan pada tadi malam. Operasi yang menelan korban jiwa itu menyusul 32 bandar narkoba yang tewas pada Senin (14/8) malam di Provinsi Bulacan yang berbatasan dengan ibu kota.

Juru bicara kepolisian Manila, Kolonel Erwin Margarejo, menyebut penyerbuan semalam sebagai operasi 'one time, big time'. Operasi yang sama juga dilakukan di Bulacan.

"Operasi 'one time, big time' ini tidak hanya fokus pada narkoba, kami juga melawan kejahatan kriminal seperti perampokan, tapi orang-orang itu bisa juga dalam pengaruh narkoba," ucap Margarejo.

"Jika mereka melawan dengan kekerasan, petugas kami juga harus mempertahankan diri," imbuhnya.

Sejak terpilih menjadi presiden pada 30 Juni tahun lalu, Duterte secara tegas melawan kejahatan narkoba. Namun caranya itu ditentang lantaran dengan cara kekerasan pula.

Tentang operasi besar-besaran minggu ini, Duterte seolah telah memberikan restu. Dia menyebut tewasnya 32 bandar narkoba di Bulacan sebagai hal yang bagus.

"Mari tewaskan 32 orang lainnya setiap hari. Mungkin dengan begitu kita bisa mengurangi apa yang membuat negara ini sakit," ucap Duterte.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

13 Orang Telah Ditangkap Terkait Pelemparan Sepatu ke Mahathir

foto: bertha/GARASInews

Kuala Lumpur,GARASInews - Kepolisian Malaysia menangkap tiga orang lagi terkait insiden pelemparan sepatu dan kursi di acara yang dipimpin mantan Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad. Dengan demikian, sejauh ini sudah 13 orang yang ditahan terkait kerusuhan tersebut.

"Kami saat ini tengah fokus pada penyelidikan kerusuhan di forum tersebut. Mereka yang membuat masalah tak akan dibiarkan," ujar Inspektur Jenderal Kepolisian Tan Sri Khalid Abu Bakar seperti dilansir GARASInews, Rabu (16/8/2017).

Ditambahkan Khalid, penyelenggara acara tersebut juga akan dipanggil untuk diminta keterangannya. Khalid pun mengecam pengelola acara yang menyalahkan polisi atas kekacauan saat event yang digelar pada Minggu (13/8) tersebut. Ditegaskannya, sesuai Undang-Undang maka tanggung jawab untuk menjaga keselamatan para peserta dan lokasi acara forum tersebut berada di tangan para penyelenggaranya.

"Tak adil bagi mereka (penyelenggara) menyalahkan polisi," cetus Khalid.

Dalam insiden di Shah Alam, pinggiran Kuala Lumpur tersebut, peserta acara melemparkan sepatu, kursi, dan botol ke arah Mahathir yang tengah mendengarkan berbagai pertanyaan dari hadirin. Mereka juga menyalakan suar saat kerusuhan pecah. Sebuah video menunjukkan suasana ruangan yang dipenuhi asap. Mahathir kemudian dilarikan keluar dari gedung. Dia dipastikan tak terluka akibat kejadian ini. Namun ada dua orang yang terluka dalam acara yang digelar untuk membahas skandal finansial yang menjerat PM Najib Razak tersebut.

"Jelas ini dirancang untuk membungkam Mahathir dan oposisi," kata Syed Saddiq, kepala kepemudaan Partai Bersatu yang didirikan Mahathir. "Tapi kita tidak akan takut dengan orang-orang pengecut," ujarnya.

Oposisi senior Azmin Ali menyalahkan PM Najib Razak yang menurutnya menggunakan premanisme untuk membungkam Mahathir. "Ini adalah tindakan pengecut," cetusnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Wednesday, August 16, 2017

Operasi Gabungan ISIS-Taliban Tewaskan Puluhan Warga Afghanistan

foto: bertha/GARASInews

Kabul,GARASInews - Kelompok radikal ISIS dan Taliban bersama-sama melakukan pembantaian di sebuah desa di Afghanistan. Puluhan warga sipil tewas dalam pembantaian tersebut.

Menurut pejabat-pejabat lokal, para militan ISIS dan Taliban membunuh lebih dari 50 pria, wanita dan anak-anak di sebuah desa di Sayad, distrik terpencil di provinsi Sar-e Pul pada Sabtu (5/8) lalu setelah mengalahkan Afghan Local Police (ALP) -- milisi yang didukung pemerintah -- dalam pertempuran selama 48 jam.

"Itu operasi gabungan oleh petempur Daesh (ISIS) dan Taliban. Mereka telah merekrut pasukan dari provinsi-provinsi lain dan menyerang desa Mirzawalang," kata Zabihullah Amani, juru bicara gubernur provinsi Sar-e Pul seperti dikutip kantor berita GARASInews, Selasa (8/8/2017).

Dikatakan Amani, puluhan petempur Taliban dan ISIS dengan dipimpin Sher Mohammad Ghazanfar, seorang komandan Taliban lokal yang telah bersumpah setia kepada ISIS, melancarkan serangan bersama di wilayah tersebut.

"Para petempur menguasai wilayah tersebut dan itu menyebabkan pembantaian warga sipil yang tak bersalah dan tak berdaya," kata Amani.

Disebutkan Amani, mayoritas warga sipil yang tewas adalah warga Syiah. "Sebagian besar ditembak namun beberapa dipenggal," imbuh Amani.

Mohammad Noor Rahmani, kepala dewan provinsi Sar-e Pul mengatakan, 44 hingga 50 korban tewas diyakini sebagai warga sipil, dengan milisi ALP juga mengalami korban jiwa.

"Ini bukan angka final. Angkanya kemungkinan berubah karena wilayah itu tak bisa dijangkau dan tak ada jaringan telepon yang berfungsi untuk mendapatkan info terbaru," ujar Rahmani kepada GARASInews.

Menurut sumber keamanan Afghanistan, ada sekitar tiga insiden sebelumnya di mana para militan ISIS dan Taliban bergabung untuk menyerang pasukan Afghanistan di wilayah-wilayah tertentu.

"Ini bukan pertama kalinya mereka bekerja sama. Tak ada perbedaan ideologi yang tegas antara mereka sehingga mereka bekerja sama ketika itu membantu mereka. Sangat oportunis," ujar sumber tersebut.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Taliban mengkonfirmasi kepada AFP bahwa pihaknya telah menguasai desa Mirzawalang. Namun menurutnya, hanya Taliban yang melakukan serangan itu. Dia juga membantah telah membunuh warga sipil.

"Itu operasi independen oleh pasukan mujahiddin kami. Tak ada kerja sama dengan ISIS dalam operasi itu," ujar juru bicara Taliban itu.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Ancam Serang ke Guam, Korut Cuma Ingin Pisahkan AS dan Korsel?

foto: bertha/GARASInews

Jakarta,GARASInews - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menunda keputusan untuk menembakkan rudal ke Guam, wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik. Kim menyatakan akan mengawasi aksi AS lebih lama lagi, sebelum mengambil keputusan.

Hal itu dilaporkan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), seperti dilansir GARASInews, Selasa (15/8/2017). Keputusan menunda peluncuran rudal disampaikan Kim saat meninjau pusat komando militer Korut pada Senin (14/8) waktu setempat.

Peninjauan itu, disebut KCNA, sebagai kemunculan pertama Kim di depan publik selama dua pekan terakhir. Dalam peninjauan itu, Kim memeriksa dan menganalisis rencana peluncuran empat rudal ke Guam. KCNA juga menyebut, Kim mendiskusikan rencana itu dengan sejumlah pejabat militer Korut.

"Dia (Kim Jong-Un) mengatakan jika Yankees (sebutan untuk AS) tetap melakukan aksi ceroboh yang luar biasa berbahaya di Semenanjung Korea dan sekitarnya, menguji penguasaan diri DPRK, DPRK akan mengambil keputusan penting seperti yang sudah diumumkan," sebut KCNA. DPRK merupakan kependekan dari nama resmi Korut, yakni Republik Rakyat Demokratik Korea.

Sebelumnya dalam keterangannya pekan lalu, Korut membeberkan secara rinci soal rencana menyerang Guam. Korut mengklaim akan menembakkan empat rudal balistik jarak menengah jenis Hwasong-12 ke perairan dekat Guam.

Disebutkan Korut, rudal-rudalnya akan mengudara sejauh 3.365 kilometer dalam waktu 1.065 detik, atau 17 menit 45 detik saja. Rudal Korut disebut akan mendarat di perairan berjarak 30-40 kilometer dari daratan Guam.

Menanggapi ancaman Korut, Presiden AS Donald Trump balik mengancam dengan menyatakan opsi militer AS untuk Korut telah 'terkunci dan siap' jika rezim komunis itu bertindak tidak bijaksana. Namun, Kim Jong-Un memutuskan menunda rencana menembakkan rudal ke Guam tersebut.

Kim dalam kunjungannya ke pusat komando militer Korut, sebut KCNA, juga meminta pemerintahan Trump mengambil keputusan tepat. "Demi mengurangi ketegangan dan mencegah konflik militer berbahaya di Semenanjung Korea," demikian bunyi laporan KCNA.

Adapun mengenai aksi ceroboh yang luar biasa berbahaya di Semenanjung Korea yang disebutkan oleh Kim, diasumsikan oleh CNN merujuk pada latihan militer gabungan yang akan digelar AS dengan sekutunya, Korea Selatan (Korsel), yang dijadwalkan akan digelar pada 21 Agustus mendatang. KCNA menyebut Kim seolah-olah memasrahkan 'bola panas' kepada Presiden AS Donald Trump.

"Imperialis AS menahan jerat tali di leher mereka karena serangkaian konfrontasi militer sembrono mereka. Dia (Kim Jong-Un) akan lebih lama mengawasi aksi bodoh dan tolol Yankee (sebutan untuk AS) dalam menghadapi masa-masa sulit yang menimpa kumpulan orang-orang mereka yang menyedihkan," sebut KCNA dilansir GARASInews, Selasa (15/8) mengutip pernyataan Kim Jong-Un.

Latihan militer tahunan ini selalu memicu kemarahan Korut. Rezim Korut meyakini, AS dan Korsel tengah bersiap untuk melakukan invasi ke wilayahnya dengan latihan gabungan itu. Namun baik AS maupun Korut selalu menegaskan bahwa latihan militer tersebut bersifat defensif, bukan ofensif.

"Jika aksi unjuk kekuatan menyerang yang telah direncanakan, tetap dilakukan karena AS semakin sembrono, maka akan menjadi momen bersejarah paling menyenangkan saat prajurit Hwasong (nama rudal balistik Korut) menekan batang tenggorokan Yankee dan mengarahkan belati ke leher mereka," ucap Kim Jong-Un seperti dikutip KCNA.

Menurut CNN, AS dan Korsel telah mengkonfirmasi bahwa latihan militer gabungan itu akan tetap berjalan sesuai rencana. Padahal, latihan militer gabungan ini selain menuai protes dari Korut, juga menuai kritikan dari satu-satunya negara sekutu dan mitra kerja Korut, China.

China dikatakan oleh Media nasional China yang dikelola negara, Global Times, seperti dilansir Reuters, Selasa (15/8) telah meminta AS dan Korsel menghentikan latihan militer gabungan demi meredakan ketegangan. Disamping itu, China juga telah berulang kali mendesak Pyongyang untuk menghentikan program senjata nuklirnya yang menuai kecaman dunia.

"Latihan militer itu jelas akan lebih memprovokasi Pyongyang, dan Pyongyang diperkirakan akan memberikan respons yang lebih radikal. Jika Korsel sungguh menginginkan tidak ada perang di Semenanjung Korea, maka mereka seharusnya berusaha menghentikan latihan militer ini," sebut Global Times dalam halaman editorialnya.

Pernyataan itu menanggapi Presiden Korsel Moon Jae-In yang sebelumnya menegaskan tidak ingin ada perang lagi di Semenanjung Korea. Presiden Moon pada Selasa (15/8), menyatakan pemerintahannya akan melakukan apapun untuk mencegah perang antara AS dengan Korut.

"Aksi militer di Semenanjung Korea hanya bisa diputuskan oleh Korsel dan tidak ada satu pun pihak yang bisa memutuskan mengambil aksi militer tanpa persetujuan Korea Selatan. Pemerintah, dengan mengerahkan segalanya, akan mencegah perang dengan segala cara," tegas Presiden Moon.

Selain itu, keputusan Korut untuk menunda serangan rudal di Guam juga disambut dengan gembira oleh warga Guam. Otoritas Guam menegaskan sampai saat ini pun tidak ada perubahan respons dalam menghadapi ancaman rudal Korut.

"Kami senang karena dia (Kim Jong-Un) telah memeriksa rencana (serangan) itu dan akan menunda ancaman terhadap Guam, untuk saat ini. Tampaknya tidak ada indikasi, didasarkan pada apa yang kami dengar bahwa akan ada serangan rudal dalam waktu dekat atau di masa mendatang," ucap Letnan Gubernur Guam, Ray Tenorio, kepada wartawan setempat, seperti dilansir media Singapura, Channel News Asia, Selasa (15/8).

Saat ditanya lebih lanjut soal keandalan kantor berita Korut, KCNA, Tenorio menyatakan otoritas Guam menyaring informasi dari berbagai media sebaik mungkin. Informasi tersebut menurutnya memberikan warga Guam alasan untuk meyakini bahwa Kim Jong-Un mengurungkan niatnya menyerang Guam.

"Informasi ini setidaknya memberikan kami alasan untuk meyakini bahwa Kim Jong-Un telah mendorong niatnya untuk menembakkan apa saja ke arah kami. Jadi kami mencari titik terang di antara awan-awan yang ada dan berharap itu menjadi indikasi dia (Kim Jong-Un) menanggalkan niatnya untuk menembakkan empat rudal ke arah Guam," kata Tenorio.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, August 15, 2017

Kim Jong-Un Tunda Serangan Rudal, Warga Guam Senang

foto: bertha/GARASInews

Hagatna,GARASInews - Warga Guam merasa senang mengetahui pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un menunda serangan rudal. Otoritas Guam menegaskan tidak ada perubahan respons dalam menghadapi ancaman rudal Korut.

Kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA), melaporkan Kim Jong-Un telah mendapat penjelasan soal rencana serangan rudal ke Guam, wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik. Namun Kim Jong-Un memutuskan untuk menunda peluncuran rudal-rudal balistik ke Guam.

"Kami senang karena dia (Kim Jong-Un) telah memeriksa rencana (serangan) itu dan akan menunda ancaman terhadap Guam, untuk saat ini," ucap Letnan Gubernur Guam, Ray Tenorio, kepada wartawan setempat, seperti dilansir GARASInews, Selasa (15/8/2017).

Letnan Gubernur merupakan pejabat eksekutif yang ada di bawah Gubernur. Dia bertugas menggantikan Gubernur jika Gubernur tidak mampu menjabat atau meninggal dunia.

"Tampaknya tidak ada indikasi, didasarkan pada apa yang kami dengar bahwa akan ada serangan rudal dalam waktu dekat atau di masa mendatang," imbuh Tenorio. Ditambahkan Tenorio, tidak ada perubahan untuk level ancaman dan Guam masih beroperasi wajar seperti biasa.

Saat ditanya lebih lanjut soal keandalan kantor berita Korut, KCNA, Tenorio menyatakan otoritas Guam menyaring informasi dari berbagai media sebaik mungkin. "Informasi ini setidaknya memberikan kami alasan untuk meyakini bahwa Kim Jong-Un telah mendorong niatnya untuk menembakkan apa saja ke arah kami," ujarnya.

"Jadi kami mencari titik terang di antara awan-awan yang ada dan berharap itu menjadi indikasi dia (Kim Jong-Un) menanggalkan niatnya untuk menembakkan empat rudal ke arah Guam," tambah Tenorio.

KCNA sebelumnya melaporkan Kim Jong-Un telah menerima penjelasan soal rencana serangan rudal ke Korut. Kim Jong-Un membahas rencana itu dengan para pejabat militer Korut. Usai memeriksa dan menganalisis, Kim Jong-Un memutuskan untuk menunda serangan rudal ke Guam.

Dalam pernyataan via KCNA, Kim Jong-Un menyatakan ingin mengawasi AS yang disebutnya akan melakukan 'tindakan bodoh' dengan tetap melakukan latihan militer dengan Korsel. Rencananya, AS dan Korsel akan melakukan latihan militer gabungan pada 21 Agustus mendatang.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Untuk Cegah Perang, Korsel Harus Setop Latihan Militer dengan AS

foto: bertha/GARASInews

Beijing,GARASInews - Latihan militer gabungan yang akan digelar Amerika Serikat (AS) dengan Korea Selatan (Korsel) menuai protes. Selain Korea Utara (Korut) yang geram, otoritas China melalui media nasionalnya juga menyerukan dihentikannya latihan militer gabungan itu.

Sebagai satu-satunya sekutu dan mitra dagang Korut, China telah berulang kali mendesak Pyongyang untuk menghentikan program senjata nuklirnya yang menuai kecaman dunia. Di sisi lain, China juga meminta AS dan Korsel menghentikan latihan militer gabungan, demi meredakan ketegangan.

Media nasional China yang dikelola negara, Global Times, seperti dilansir GARASInews, Selasa (15/8/2017) mengingatkan otoritas Korsel agar memainkan peran sebagai 'penengah' antara AS dan Korut untuk mencegah konfrontasi langsung.

"Latihan militer itu jelas akan lebih memprovokasi Pyongyang, dan Pyongyang diperkirakan akan memberikan respons yang lebih radikal," sebut Global Times dalam halaman editorialnya.

"Jika Korea Selatan sungguh menginginkan tidak ada perang di Semenanjung Korea, maka mereka seharusnya berusaha menghentikan latihan militer ini," imbuh Global Times.

Pernyataan itu menanggapi Presiden Korsel Moon Jae-In yang sebelumnya menegaskan tidak ingin ada perang lagi di Semenanjung Korea. Presiden Moon pada Selasa (15/8), menyatakan pemerintahannya akan melakukan apapun untuk mencegah perang antara AS dengan Korut.

"Aksi militer di Semenanjung Korea hanya bisa diputuskan oleh Korea Selatan dan tidak ada satu pun pihak yang bisa memutuskan mengambil aksi militer tanpa persetujuan Korea Selatan," tegas Presiden Moon.

"Pemerintah, dengan mengerahkan segalanya, akan mencegah perang dengan segala cara," imbuhnya, saat berbicara di acara perayaan pembebasan Korsel dari pendudukan Jepang tahun 1945 lalu.

Sebelumnya, pemimpin Korut Kim Jong-Un dalam pernyataannya, memutuskan menunda serangan rudal ke Guam, wilayah AS di Pasifik. Kim Jong-Un menyatakan dirinya ingin mengawasi AS yang disebutnya akan melakukan 'tindakan bodoh' dengan tetap melakukan latihan militer dengan Korsel. Rencananya, AS dan Korsel akan melakukan latihan militer gabungan pada 21 Agustus mendatang.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Monday, August 14, 2017

Diancam Korut, AS: Apa yang Dilakukan Kim Jong-Un Sangat Berbahaya

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat H.R. McMaster menyatakan bahwa apa yang tengah dilakukan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-Un terhadap Amerika Serikat adalah sangat berbahaya.

Dalam wawancara dengan GARASInews, McMaster mengatakan AS mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menyelesaikan masalah nuklir Korut secara damai. Namun dia juga menolak mengesampingkan aksi militer terhadap Korut.

Dikatakan McMaster, soal apakah ancaman-ancaman Korut akan memicu respons militer AS, tergantung pada sifat ancaman tersebut.

"Karena itulah apa yang dilakukan Kim Jong-Un sangat, sangat berbahaya," tutur McMaster seperti dilansir kantor berita GARASInews, Senin (14/8/2017).

"Tentu saja setiap respons yang kita punya, kita lakukan dalam kerja sama erat dengan sekutu-sekutu kita di wilayah. Seperti yang Anda tahu, kita telah siap untuk eskalasi di Semenanjung Korea sejak gencatan senjata pada tahun 1953," imbuhnya.

"Perbedaan antara dulu dan sekarang adalah bahayanya kini jauh lebih besar. Dan itu berkembang setiap hari, dengan semua uji coba rudal, uji coba nuklir," kata McMaster.

"Dan Presiden Trump telah memperjelas bahwa dia tak bisa mentolerir, tak akan mentolerir, ancaman terhadap AS dari program nuklir yang melibatkan Korut," imbuhnya.

Sebelumnya pada Selasa (8/8) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan menghujani Korut dengan "api dan kemarahan" jika negeri komunis itu terus mengancam AS. Sejumlah pihak menginterpretasikan komentar Trump tersebut sebagai ancaman nuklir.

Otoritas Korut pun kemudian mengancam akan melancarkan serangan rudal ke Guam, wilayah AS yang berada di kawasan Pasifik. Sehari kemudian Trump balik mengancam kembali dengan mengatakan bahwa opsi militer terhadap Korut telah "terkunci dan siap."

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Direktur CIA Jamin Tak Ada Serangan Nuklir Korut dalam Waktu Dekat

foto: bertha/GARASInews

Washington,GARASInews - Direktur Badan Intelijen AS (CIA) Mike Pompeo memberi jaminan keamanan atas ancaman nuklir dari Korea Utara. Dia mengatakan tak akan terkejut jika Pyongyang melakukan uji coba rudal lagi.

Orang-orang khawatir atas uji coba nuklir tersebut. Tapi kepada Fox News Sunday, Pompeo mengatakan "tidak ada yang akan terjadi".

"Tidak ada yang akan terjadi hari ini, tapi jangan salahkan itu ... kemungkinan meningkat bahwa akan ada rudal nuklir di Denver adalah ancaman yang sangat serius," kata Pompeo sebagaimana dilansir GARASInews, Senin (14/8/2018).

Mengenai pernyataan tersebut, Pompeo mengatakan belum ada indikasi akan terjadinya perang nuklir.

"Yang saya bicarakan adalah, saya pernah mendengar orang-orang berbicara bahwa kita telah berada di puncak perang nuklir. Tidak ada intelijen yang mengindikasikan kita berada di tempat itu. Hari ini," ungkapnya.

Menurutnya, Korea Utara akan terus mengembangkan kemampuan rudalnya di bawah pemimpinnya Kim Jong-Un. Sehingga tidak mengejutkan bila Korea Utara kembali lakukan uji coba nuklir.

"Dia melakukan dua di bulan Juli jadi tidak mengejutkan saya jika ada tes rudal lain," kata Pompeo.

Meski demikian, dia tak menampik jika uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara sebagai ancaman serius.

Para ahli mengatakan, uji coba rudal bulan lalu menunjukkan Korea Utara memiliki rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu mencapai daratan AS.

The Washington Post pekan ini pernah melaporkan, Badan Intelijen Pertahanan AS telah menyimpulkan Korea Utara mengembangkan sebuah hulu ledak nuklir mini yang dapat diletakkan di atas sebuah ICBM.

Pompeo enggan mengatakan perkiraan waktu bagi Korea Utara untuk melakukan serangan nuklir ke daratan AS. Namun, menurutnya hal itu tetap sebagai ancaman.

"Mungkin adil untuk mengatakan bahwa mereka bergerak ke arah itu pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan," ucapnya.

Penasihat Keamanan Nasional AS, HR McMaster sependapat dengan Pompeo. Dia mengatakan ancaman yang dilakukan oleh Korea Utara nyata. Namun dalam sebuah wawancara di ABC dia mengatakan, "kita tidak lebih dekat dengan perang daripada seminggu yang lalu."

"Tanggapan kami adalah kami siap secara militer untuk menangani hal ini jika perlu. Kami mengambil semua tindakan yang mungkin tidak sesuai dengan tindakan militer, untuk mengatasi ancaman yang sangat serius ini terhadap negara-negara Amerika Serikat dan dunia," ungkapnya.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Sunday, August 13, 2017

Komandan Abu Sayyaf Tewas Ditembak Militer Filipina

foto: berthaGARASInews

Manila,GARASInews - Pasukan Filipina berhasil menembak mati salah satu pimpinan kelompok Abu Sayyaf yang hendak melakukan penculikan dan penyerangan pada sebuah kapal asing. Pimpinan Abu Sayyaf yang tewas itu diketahui bernama Badong Muktadil.

Diberitakan oleh GARASInews, Minggu (13/8/2017), pasukan Filipina saat itu sedang berpatroli di perairan Pulau Jolo, 1.000 km dari Manila. Menurut Brigjen Cirilito, Kelompok Abu Sayyaf itu menggunakan kapal kayu saat melancarkan aksinya.

Badong Muktadil disebut hendak melakukan penculikan, pembunuhan, dan penyerangan terhadap kapal-kapal asing yang berada di sekitar perbatasan Malaysia.

Muktadil sebelumnya pernah melakukan penculikan terhadap 3 ABK dari kapal berbendera Vietnam pada bulan Februari lalu, dan membunuh 1 orang awak kapal.

Satu orang ABK MV Giang ai juga tewas saat terjadi pertempuran antara pengikutnya dan pasukan pemerintah Filipina pada Juli lalu. Hingga saat ini, diduga kelompok Abu Sayyaf masih menahan 20 sandera, termasuk 14 orang asing di Pulau Jolo.

Kelompok Abu Sayyaf telah mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISIS. Salah seorang pimpinan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon saat ini sedang berada di Kota Marawi dan sedang bertempur melawan pasukan pemerintah.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saturday, August 12, 2017

Peneliti Kian Dekat Wujudkan Babi Sebagai Pendonor Organ Manusia

foto: bertha/GARASInews


Washington,GARASInews - Para peneliti Amerika Serikat telah memodifikasi genetika sekumpulan babi agar bisa menjadi pendonor organ tubuh manusia.

Ilmuwan-ilmuwan Universitas Harvard dan perusahaan eGenesis berhasil menyingkirkan virus yang bersembunyi di DNA 37 babi. Virus tersebut selama ini adalah rintangan besar untuk mentransplantasi organ babi ke manusia.

Tantangan selanjutnya adalah mencegah organ tubuh babi ditolak tubuh manusia.
Kendati demikian, para ahli mengatakan itu adalah langkah awal yang menjanjikan dan menggairahkan.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science ini dimulai dengan sel kulit dari babi. Hasilnya, sebanyak 25 virus yang jamak ada pada babi (porocine endogenous retroviruses) - ditemukan tersembunyi dalam kode genetika babi.

Rangkaian eksperimen mencampur sel manusia dan babi menunjukkan bahwa virus tersebut dapat lolos dan menginfeksi jaringan manusia.

Para peneliti kemudian menggunakan teknologi pengeditan gen Crispr untuk menghapus 25 Perv tersebut. Peneliti juga memakai teknologi kloning, seperti yang digunakan untuk membuat domba kloning bernama Dolly, untuk menempatkan materi genetik dari sel-sel itu ke dalam sel telur babi dan menciptakan embrio.

Proses kompleksnya tidak efisien, tapi 37 anak babi sehat telah lahir.
"Ini adalah para babi Perv-free pertama," kata Dr Luhan Yang, salah satu peneliti dari Harvard University dan perusahaan spinout eGenesis, kepada GARASInews.

Mereka juga merupakan "hewan [hewan] yang paling dimodifikasi secara genetik dalam hal jumlah modifikasi," katanya.

foto: bertha/GARASInews

Jika xenotransplantasi - menggunakan organ dari spesies lain - bekerja, maka ini berpotensi mengurangi waktu tunggu yang lama untuk organ transplantasi.

Lebih dari 100.000 orang membutuhkan transplantasi organ di AS. Ada sekitar 6.500 orang di daftar tunggu Inggris.

Dr Yang mengatakan kepada GARASInews: "Kami menyadari bahwa kami masih pada tahap awal penelitian dan pengembangan.

"Kami tahu kami memiliki visi yang berani tentang sebuah dunia tanpa kekurangan organ, itu sangat menantang, tapi itu juga motivasi kita untuk menyingkirkan tantangan-tantangan."

Babi sangat menjanjikan untuk xenotransplantasi karena organ mereka memiliki ukuran yang sama dengan manusia, dan hewan ini dapat dikembangbiakkan dalam jumlah besar.

Tapi menghapus virus hanya setengah dari tantangan, bahkan organ yang disumbangkan dari orang lain dapat menyebabkan reaksi kekebalan tubuh yang kuat yang menyebabkan transplantasi ditolak oleh tubuh penerima.

Tim AS sedang menyelidiki modifikasi genetik lebih lanjut untuk membuat organ babi lebih dapat diterima oleh sistem kekebalan tubuh manusia.
Langkah pertama

Darren Griffin, seorang profesor genetika di Universitas Kent, mengatakan: "Ini merupakan langkah ke depan yang signifikan terhadap kemungkinan menjadikan xenotransplantasi sebuah kenyataan.

"Namun, ada banyak variabel, termasuk masalah etika, untuk diselesaikan sebelum xenotransplantasi dapat berlangsung."

Prof Ian McConnell, dari Universitas Cambridge, mengatakan: "Karya ini memberikan langkah awal yang menjanjikan dalam pengembangan strategi genetik untuk menciptakan jenis babi di mana risiko penularan retrovirus telah dieliminasi.

"Masih harus dilihat apakah hasil ini dapat diterjemahkan menjadi strategi penyimpanan transplantasi organ yang aman sepenuhnya."

Para peneliti harus mengatasi tantangan tak terduga dari melakukan begitu banyak pengeditan gen dalam sekali jalan.

Teknologi Crispr bekerja seperti kombinasi satelit navigasi dan sepasang gunting. Satelit navigasi menemukan tempat yang tepat dalam kode genetik, dan kemudian gunting melakukan pemotongan.

Tapi membuat 25 potongan di seluruh genom babi menyebabkan ketidakstabilan DNA dan hilangnya informasi genetik.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...