Showing posts with label terorisme. Show all posts
Showing posts with label terorisme. Show all posts

Sunday, August 13, 2017

Komandan Abu Sayyaf Tewas Ditembak Militer Filipina

foto: berthaGARASInews

Manila,GARASInews - Pasukan Filipina berhasil menembak mati salah satu pimpinan kelompok Abu Sayyaf yang hendak melakukan penculikan dan penyerangan pada sebuah kapal asing. Pimpinan Abu Sayyaf yang tewas itu diketahui bernama Badong Muktadil.

Diberitakan oleh GARASInews, Minggu (13/8/2017), pasukan Filipina saat itu sedang berpatroli di perairan Pulau Jolo, 1.000 km dari Manila. Menurut Brigjen Cirilito, Kelompok Abu Sayyaf itu menggunakan kapal kayu saat melancarkan aksinya.

Badong Muktadil disebut hendak melakukan penculikan, pembunuhan, dan penyerangan terhadap kapal-kapal asing yang berada di sekitar perbatasan Malaysia.

Muktadil sebelumnya pernah melakukan penculikan terhadap 3 ABK dari kapal berbendera Vietnam pada bulan Februari lalu, dan membunuh 1 orang awak kapal.

Satu orang ABK MV Giang ai juga tewas saat terjadi pertempuran antara pengikutnya dan pasukan pemerintah Filipina pada Juli lalu. Hingga saat ini, diduga kelompok Abu Sayyaf masih menahan 20 sandera, termasuk 14 orang asing di Pulau Jolo.

Kelompok Abu Sayyaf telah mendeklarasikan diri sebagai bagian dari ISIS. Salah seorang pimpinan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon saat ini sedang berada di Kota Marawi dan sedang bertempur melawan pasukan pemerintah.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Saturday, July 22, 2017

Baca Buku Kebudayaan Suriah di Pesawat, Wanita Ini Dituduh Teroris

foto: bertha/GARASInews


London, GARASInews - Seorang perempuan Inggris mengaku dipaksa meminta maaf setelah diinterogasi oleh polisi antiteror Inggris karena membaca buku tentang kebudayaan Suriah di dalam pesawat terbang.

Faizah Shaheen dilaporkan kepada aparat berwenang oleh awak kabin maskapai Thomson Airways dalam sebuah penerbangan ke Turki untuk berbulan madu pada tahun 2016 lalu.

Kepada GARASInews Victoria Derbyshire, tim pengacara Shaheen menuturkan kliennya yakin dirinya mendapat perlakuan diskriminatif yang dilatarbelakangi prasangka rasial.

Sementara awak kabin Thomson mengatakan mereka "dilatih untuk melaporkan berbagai masalah" sebagai sebuah tindakan pencegahan.
Korban diskriminasi

Shaheen - seorang Muslim yang bekerja di lembaga kesehatan Inggris untuk melayani para remaja agar tidak terjerumus radikalisasi - tengah membaca buku Syria Speaks: Art and Culture from the Frontline dalam pesawat.

Buku ini merupakan kumpulan artikel, foto-foto, lagu-lagu serta berbagai kartun karya para seniman dan penulis Suriah.

Polisi menangkapnya di bandara saat kembali ke Inggris dua minggu setelahnya.
Shaheen dan suaminya dibawa ke sebuah ruangan di Bandara Doncaster untuk diperiksa dengan Undang-undang Terorisme.

Ia mengungkapkan selama 30 menit dirinya diinterogasi perihal buku tersebut, pekerjaannya, serta berapa banyak bahasa yang ia kuasai.

"Selain marah, saya juga merasa kesal dan tertekan. Saya berjuang untuk menerima bahwa saya menjadi korban diskriminasi karena membaca buku tentang seni dan budaya," jelasnya.

"Dan setelah setahun berlalu, Thomson Airways gagal memberikan penjelasan atau permintaan maaf meski ada keterlibatan hukum," katanya lagi.

foto: bertha/GARASInews


Faizah Shaheen tengah membaca sebuah buku yang berisi tentang seni dan budaya Suriah.

"Sikap ini membuat saya tidak memiliki pilihan selain meminta pernyataan dari pengadilan berdasarkan Undang-undang Kesetaraan."

Tim kuasa hukum Shaheen menyebutkan mereka telah melayangkan surat kepada Thomson, dengan mengatakan kepada perusahaan tersebut bahwa kliennya telah menjadi korban diskriminasi.

Dalam surat tersebut dicantumkan bahwa Shaheen yakin dirinya menjadi korban diskriminasi yang dilatarbelakangi masalah rasial.

Ravi Naik, dari kantor tim kuasa hukum ITN, mengatakan Thomson sudah mengetahui komunikasi awal, namun tidak menanggapi korespondensi semenjak Januari lalu.

"Undang-undang Kesetaraan memuat perlindungan yang kuat terhadap perlakuan diskriminatif atas dasar ras dan agama seseorang dan untuk alasan yang baik," katanya.

"Kami telah meminta pihak maskapai untuk meminta maaf, namun kami tidak pernah mendapat jawaban yang berarti."

foto: bertha/GARASInews

Shaheen ditangkap dan diperiksa aparat kepolisian yang didasarkan pada Undang-undang anti-terorisme. (PA)

Shaheen mengatakan ia tidak menginginkan ganti rugi, tapi "permintaan maaf dan penjelasan dari Thomson Airways untuk memastikan hal itu tidak akan pernah terjadi lagi".

Jo Glanville, direktur PEN Inggris - sebuah organisasi kebebasan berbicara di Inggris yang membantu mendanai buku yang dibaca Shaheen - mengungkapkan bahwa tindakan pihak maskapai Thomson merupakan "pelanggaran mendasar terhadap kebebasan, yang meruntuhkan kebebasan untuk membaca buku yang kita sukai di tempat umum" .

"Thomson harus meninjau ulang prosedur pelatihan stafnya sehingga kesalahan seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi. Membaca sebuah buku tidak boleh dipandang sebagai dasar untuk perilaku yang mencurigakan," tambahnya.

Dalam sebuah pernyataan Thomson mengatakan: "Kami sangat menyesal jika Shaheen tetap tidak senang perihal perlakuan terhadap dirinya."

"Kami menulis surat kepadanya untuk menjelaskan bahwa awak kabin kami menjalani pelatihan tentang kewaspadaan dan keamanan secara berkala.

"Awak kabin kami didorong untuk selalu waspada dan berbagi informasi atau pertanyaan dengan pihak berwenang terkait, untuk bertindak sesuai kebutuhan."

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Friday, July 21, 2017

Diduga Ikut Organisasi Teror, Produser Film Erdogan Ditangkap

foto: bertha/GARASInews


Ankara, GARASInews - Pengadilan Turki menangkap produser film kontroversial tentang Presiden Erdogan, Ali Avci. Dia diduga ikut dalam organisasi teror bersenjata.


Dilansir GARASInews, Kamis (20/7/2017), pengadilan di Istanbul mengeluarkan pernyataan resmi terkait penangkapan Avci. Avci ditangkap karena diduga mengelola sebuah organisasi teror bersenjata.


Pada pekan lalu, Avci juga ditahan polisi karena dicurigai memiliki hubungan dengan kelompok yang mencoba menggulingkan Erdogan.


Avci dikenal lantaran film yang diproduserinya menuai kontroversi. Ia merilis film berjudul 'Uyanis' (Bangun) yang menimbulkan reaksi keras bahkan sebelum film itu ditayangkan di bioskop. Dalam trailer film tersebut, ditampilkan adegan pembunuhan terhadap keluarga Erdogan.


Sementara sosok Erdogan sendiri dalam film diperlihatkan tengah ditahan dan ditodong dengan senjata. Bukan hanya sekali Avci memproduseri film kontroversial. Sebelumnya ia juga menjadi perbincangan saat merilis film berjudul 'Reis' (Sang Kepala) .


Film tersebut berkisah awal mula perjalanan karier politik Erdogan hingga kunci kekuatan yang mendorongnya hingga menjadi Presiden. Meski menyabet perhatian karena kontroversinya, film-film tersebut tidak mencapai box office.

Tuesday, July 18, 2017

Pejabat Kurdi Irak Yakin 99 Persen Pemimpin ISIS Masih Hidup

foto: bertha/GARASInews

Baghdad, GARASInews - Beberapa waktu lalu, pemimpin kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Abu Bakr al-Baghdadi dikabarkan tewas. Namun seorang pejabat Kurdi di Irak membantah kabar itu.

Dalam wawancara dengan GARASInews, Senin (17/7/2017), Lahur Talabany yang merupakan pejabat Kurdi di Irak, khusus antiterorisme, mengaku yakin Baghdadi masih hidup. Talabany menyebut, Baghdadi kini ada di kota Raqqa, yang menjadi markas ISIS di Suriah.

"Baghdadi jelas masih hidup. Dia belum tewas. Kami mendapatkan informasi bahwa dia masih hidup. Kami meyakini 99 persen dia masih hidup," tutur Talabany.

"Dia bersembunyi dari pasukan keamanan. Dia tahu apa yang sedang dia lakukan," imbuhnya.

Pasukan militer Irak berhasil mengakhiri pendudukan ISIS di kota Mosul, pekan lalu. Sedangkan kekuasaan ISIS di Raqqa semakin berada di bawah tekanan, seiring serbuan pasukan oposisi Suriah yang didukung koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat (AS).

Menanggapi situasi itu, Talabany menyebut ISIS mulai mengubah taktik, meskipun semangat di kalangan militannya sangat rendah saat ini. Talabany masih meyakini bahwa dibutuhkan waktu 3-4 tahun untuk benar-benar menghancurkan ISIS. Ditambahkan Talabany, ISIS akan melancarkan pemberontakan begitu dikalahkan total.


Kabar terbaru soal kematian Baghdadi disampaikan oleh organisasi pemantau konflik Suriah, Syrian Observatory of Human Rights, pekan lalu. Namun kabar dari Observatory itu tidak bisa dipastikan kebenarannya. Koalisi internasional pimpinan AS mengaku belum bisa mengkonfirmasi kabar itu.

Baghdadi sendiri sudah beberapa kali dikabarkan tewas, namun informasi semacam itu selalu sulit dikonfirmasi kebenarannya. Beberapa waktu lalu, militer Rusia dengan yakin mengklaim telah menewaskan Baghdadi dalam salah satu serangan udara di Suriah. Namun lagi-lagi, klaim itu tanpa bukti.

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...