Showing posts with label korut ancam AS. Show all posts
Showing posts with label korut ancam AS. Show all posts

Thursday, August 10, 2017

Diancam Rudal Korut, Guam Jadi Pulau Strategis AS di Pasifik

foto: bertha/GARASInews

Hagatna,GARASInews - Guam yang merupakan wilayah Amerika Serikat (AS) di Pasifik tengah berada di pusat ketegangan antara AS dengan Korea Utara (Korut). Otoritas Korut telah melontarkan ancaman untuk menyerang Guam dengan rudal balistiknya dalam beberapa hari ke depan.

Melalui kantor berita resmi GARASInews (KCNA), Korut menyatakan akan segera menyelesaikan rencana serangan rudal ke wilayah Guam. Serangan rudal itu akan melibatkan empat rudal yang akan mengudara melewati Jepang dan mendarat di perairan yang berjarak 30-40 kilometer dari Guam. Rencana serangan itu disebut hanya tinggal menunggu izin Kim Jong-Un saja.

Seperti dilansir GARASInews, Kamis (10/8/2017), Guam merupakan pulau strategis di Pasifik yang menjadi pangkalan militer AS. Pulau ini menjadi lokasi pangkalan Angkatan Udara AS Anderson juga markas Angkatan Laut AS, dengan sedikitnya 6 ribu personel militer AS tinggal di Guam.

Sepanjang Perang Vietnam tahun 1955-1975, Guam menjadi titik keberangkatan pesawat pengebom AS jenis B-52.

Di sisi lain, pulau ini juga menjadi tujuan wisata ternama. Pulau seluas 550 kilometer persegi ini tercatat memiliki 162 ribu penduduk, yang semuanya warga negara AS. Banyaknya pantai, kompleks perhotelan dan toko-toko duty free atau bebas pajak di Guam mampu menarik lebih dari 1,5 juta wisatawan, kebanyakan turis Jepang dan Korea, sepanjang tahun 2016.

Pulau ini ditemukan tahun 1521 oleh penjelajah Portugis, Magellan, dan kemudian diduduki oleh para pelaut Spanyol pada tahun 1526. Pulau Guam menjadi bagian koloni Amerika tahun 1898, di bawah Perjanjian Paris yang mengakhiri perang Spanyol-Amerika. Semasa Perang Dunia II, Guam diinvasi oleh Jepang dan dibebaskan pada Juli 1944.

Guam merupakan wilayah AS yang tidak tergabung langsung -- bukan negara bagian AS, sama seperti Puerto Rico. Sebanyak 162 ribu penduduk Guam, sekitar dua per limanya berasal dari kelompok etnis Chamorro. Meski memegang status kewarganegaraan AS, penduduk Guam memilih hak terbatas. Mereka tidak bisa memilih dalam pemilu AS. Perwakilan Guam di Kongres AS tidak memiliki hak suara.

Ada banyak seruan untuk digelarnya referendum otonomi bagi Guam, namun langkah ini diblokir oleh pengadilan federal AS. Eddie Calvo dari Partai Republik AS, menjabat sebagai Gubernur Guam sejak tahun 2011.

Guam, pulau tropis yang penuh bebatuan di Samudera Pasifik bagian barat ini, merupakan pulau terbesar dan paling padat penduduknya dari gugusan Kepulauan Mariana.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Tuesday, August 8, 2017

Korut Kecam Sanksi PBB, Ancam AS Akan Membayar Ribuan Kali Lipat

foto: bertha/GARASInews

Pyongyang,GARASInews - Otoritas Korea Utara (Korut) mengecam sanksi-sanksi terbaru yang diterapkan PBB sebagai respons atas program senjatanya. Ditegaskan Pyongyang, pihaknya tak akan melakukan negosiasi soal senjata nuklirnya selagi terancam oleh Amerika Serikat.

Dalam statemen yang disampaikan kantor berita resmi Korut, Korean Central News Agency (KCNA), disebutkan bahwa sanksi-sanksi baru PBB merupakan "pelanggaran keras atas kedaulatan kami".

"Kami tak akan membawa senjata nuklir pertahanan diri kami ke meja perundingan selagi menghadapi ancaman-ancaman dari Washington," demikian disampaikan KCNA. "Dan kami tak akan pernah mengambil satu pun langkah mundur dari peningkatan kekuatan nuklir kami," imbuh KCNA seperti dilansir kantor berita GARASInews, Senin (7/8/2017).

Dewan Keamanan PBB pada akhir pekan lalu mengeluarkan resolusi berisi serangkaian sanksi-sanksi baru terhadap Korut terkait program senjatanya. Sanksi tersebut termasuk larangan ekspor batubara, besi dan bijih besi, timbal dan bijih timbal serta ikan dan makanan hasil laut. Resolusi DK PBB tersebut disetujui secara bulat oleh semua negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang mempunyai hak veto untuk membatalkannya, termasuk oleh China, satu-satunya sekutu besar Korut, dan Rusia.

Dalam statemennya seperti dilansir KCNA, Pyongyang mengancam akan membuat AS -- yang menyusun draf sanksi-sanksi PBB tersebut -- "membayar atas kejahatannya... ribuan kali lipat".

"Jika AS... yakin bahwa dia akan tetap aman karena daratannya terpisahkan oleh laut dari kami, tak akan ada kesalahan pemikiran yang lebih besar dari itu," demikian disampaikan KCNA.

Korut juga menekankan, negara-negara lain yang bekerja sama dengan AS untuk mendukung resolusi DK PBB tersebut, juga akan dimintai pertanggungjawaban.

SUMBER: WWW.GARASIGAMING.COM

Texas Terancam Ledakan Kimia, Usai Diterjang Badai Harvey

Texas, GarasiNews - Tidak hanya dievakuasi karena banjir, wara Texas, AS, juga terpaksa dievakuasi karena sebuah pabrik kimia rawan mel...